"Marshall Plan" merupakan program Senat Amerika Serikat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Timur Tengah. Diharapkan, bantuan itu sama besar seperti yang pernah dilakukan AS terhadap Eropa setelah Perang Dunia II.
Bono punya alasan mulia di balik kampanye itu. Seperti dikutip dari Reuters ia mengatakan, "Bantuan pada 2016 bukanlah amal, itu keamanan nasional." Bagi Bono, bantuan bisa menjadi medium terbaik yang dimiliki AS untuk melawan kekerasan ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Senat, melawan Islamic State (IS atau ISIS) maupun kelompok militan lain, serta mencegah grup lain bermunculan, membutuhkan perbuatan kemanusiaan dan pembangunan ekonomi. Itu termasuk program perdagangan dan peminjaman uang.
"Saya termasuk orang yang agresif dan tak berkompromi. Tapi saya belajar sejak lama, Anda tidak akan memenangi perang dengan membunuh teroris," kata Graham.
Keputusan Bono bergabung dalam program itu, hanya selisih beberapa hari sebelum Senate Appropriations Committe meluncurkan proyek keuangan, termasuk memangkas bantuan internasional.
Graham diprediksi akan mengalami masa-masa sulit memenangi hati rekan-rekannya di Partai Republik, yang bersepakat untuk skeptis terhadap organisasi internasional seperti PBB. Kebanyakan mereka juga menghendaki kontrol ketat terhadap anggaran yang dikeluarkan. (rsa/vga)