Namun itu tidak membuat Lambert jera. Ia justru membuka mata dan melihat kenyataan betapa fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) sudah banyak berubah belakangan ini, termasuk di industri musik yang digelutinya.
Meski begitu, industri masih harus lebih diyakinkan lagi bahwa kaum LGBT tidak berbahaya. Bisa dengan cara mengingat kesuksesan musisi LGBT yang ada, salah satunya Lambert sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta itu, menurut Lambert, seharusnya membuat industri lebih nyaman dengan musisi yang tanpa ragu dan tekanan mengekspresikan identitas seksualnya.
"Generasi muda yang sekarang muncul seperti 'terus kenapa?' [terhadap LGBT]. Itu memberi dampak pada kultur pop secara luas," Lambert menambahkan. "Tidak banyak alasan untuk takut terhadap itu, karena orang secara umum sudah tidak lagi takut akan itu."
Lambert mencontohkan, semakin banyak musisi yang terbuka akan status seksualnya, terutama di Inggris. Lihat saja, katanya, Sam Smith dan Olly Alexander dari Years & Years. Mereka musisi pop yang berandil mengubah perspektif masyarakat soal kaum LGBT.
Seharusnya, Lambert menyambung, ada lebih banyak hal yang sama di Amerika.
"Saya pikir itu akan terjadi, lambat tapi pasti. Ada banyak kisah sukses yang sudah terjadi dan itu hal besar bagi industri musik," tutur Lambert.
"Mereka perlu melihat bahwa sebenarnya itu berjalan semakin membuat nyaman. Penonton di sana untuk itu. Tapi industri ini butuh usaha lebih. Mereka berusaha, tapi itu bagian terakhir," lanjut pelantun Welcome to the Show itu.
Lambert sendiri masih terus eksis berkarya dan bangga sebagai musisi penyuka sesama jenis. Saat ini ia sedang dalam tur dunia The Original High. (rsa/vga)