Kekeliruan ini terjadi saat sang dara 23 tahun menceritakan tentang penyakit, baik rumor maupun fakta, yang mendera ibu kandung dan dirinya sendiri, dua tahun belakangan ini, dalam wawancara dengan GQ Magazine, pada Kamis (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun pernyataan Selena tersebut sudah diralat oleh penulis artikel, Zach Baron, tetap saja para penggemar panik. Ranah Twitter pun dipenuhi cuitan soal penderitaan Selena yang bertubi-tubi didera penyakit, dari lupus sampai leukemia.
Diakui Selena, dirinya ikhlas 100 persen menjalani kemoterapi. Di sisi lain ia juga merasa frustasi, lantaran banyak orang yang ikut “campur tangan.” Hal ini pun diakui sang nenek, Mary Gomez. Deraan penyakit sudah cukup membuat cucunya stres.
“Selena sangat stres dan peduli mengenai kondisinya. Saya pun peduli padanya,” kata Mary kepada Female First, pada 2014. “Dia sangat sibuk. Dia butuh beristirahat. Kita semua ingin dia bisa mengatasi segala hal ini dengan sebaik-baiknya.”
Diagnosis lupus tak membuat Selena gentar. Sebaliknya, ia tetap sabar dan optimis menyonsong masa depan. “[Kekhawatiran] itu pelan-pelan menyurut seiring pertambahan usia saya,” katanya. “Saya harus lebih sabar dan tetap membuat karya berkualitas.”
Bukan hanya karya di ranah musik, juga film. Terlepas dari soal karya, masih ada pe-er yang juga harus dilanjutkan Selena. “Satu per satu, saya akan mengubah [subjek] dialog, agar orang-orang tak lagi peduli tentang segala hal yang pernah menimpa saya.” (vga/vga)