Lagu tersebut dinyanyikan oleh Melly Goeslaw berduet dengan solois asal Surabaya, Eric Nugraha. Sementara pengarapannya, termasuk lagu-lagu lain di album soundtrack AADC yang sama-sama populer pada masanya, diciptakan oleh Melly dan suaminya, Anto Hoed.
Kini, berselang 14 tahun kemudian, Melly dan Anto kembali dipercaya oleh Miles Film, produser AADC, menggarap lagu-lagu baru untuk sekuelnya, AADC 2, yang masih diramaikan oleh pemeran utama Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kedua musisi muda tersebut, Melly juga mengajak serta sepasang bocah imut: Anakku Lelaki Hoed dan Lelaki Bernama Hoed. Dari nama belakangnya sudah bisa ditebak, kedua bocah yang masing-masing akrab disapa Ale dan Abe, ini jelas buah hati Melly dan Anto.
Ale dan Abe, yang tergabung dalam grup band Goodbye Felicia, lantas menentukan sendiri keterlibatan mereka di album soundtrack AADC 2. Tanpa ragu, kedua remaja yang masing-masing berusia 15 tahun dan 12 tahun ini sepakat memilih untuk membawakan lagu Bimbang.
Melly mengaku senang melibatkan anak muda dalam pembuatan album soundtrack AADC 2. Apalagi mereka pun serius mengerjakannya. Bahkan Abe dan Ale sendiri yang memilih Stephanie untuk menyanyikan lagu Bimbang, termasuk membuat konsep video musiknya.
Sementara lagu lain yang dijagokan sebagai lagu utama, Ratusan Purnama, dilantunkan oleh Melly bersama Marthino. Sama seperti Eric dulu, diakui Melly, terpilihnya Marthino juga melalui audisi untuk mencari penyanyi laki-laki yang sesuai dengan kebutuhan lagu.
"Audisi itu diikuti oleh ribuan orang, sampai terpilih lima besar. Mereka menyanyikan lagu bahasa Inggris, dan ketika menyanyikan lagu bahasa Indonesia, yang paling bagus dan cocok itu [Marthino] Lio," kata Melly. Di sisi lain, harus diakui, Marthino memang tampan.
Melly sengaja tidak melibatkan Eric lagi di proyek AADC 2. Ia beralasan, ingin memberikan sesuatu yang baru untuk lagu-lagu AADC 2. Sekalipun lagu-lagu AADC 1 berbeda dengan AADC 2, perempuan asal Kota Kembang ini berharap, tetap bisa diterima oleh masyarakat luas.
(vga/vga)