Salah satunya soal buku memoar berjudul The Beautiful Ones. Prince baru mengumumkan proyek mengejutkan yang sebelumnya tak pernah diperhitungkan itu sekitar sebulan lalu, saat dirinya manggung di New York City.
"Kami memulai dari awal, dari kenangan pertama saya. Mudah-mudahan kami bisa melanjutkannya sampai Super Bowl," katanya di atas panggung konser intim, 18 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum jelas bagaimana kelanjutkan buku itu, dan apakah rencana akan berubah. Random House dan ICM Partners yang menjadi perwakilan dalam kesepakatan buku itu, belum mau berkomentar saat ditanya media.
Sejauh ini, menurut pernyataan Esther Newberg dari ICM bulan lalu, buku itu sudah mencapai halaman ke-50. Tidak jelas sampai mana prosesnya sekarang. Sang penulis sendiri menolak permintaan berkomentar.
Yang jelas, jika buku itu jadi diterbitkan, The Beautiful Ones akan langsung menarik pembaca dan laris manis. Namun, momennya sekarang, tak bisa terlalu lama. Salah satu penerbit Judith Regan berkomentar, jika ia terlibat dalam proyek itu, dirinya akan meminta buku Prince dituntaskan segera.
Preseden baik sudah pernah terjadi pada bintang Latin Jenni Rivera. Bukunya Unbreakable yang terbit tujuh bulan setelah dirinya tewas dalam kecelakaan pesawat pada 2012 menjadi salah satu yang terlaris.
Buku itu menduduki peringkat ke-12 di Amazon. Versi Spanyolnya, Inquebrantable malah lebih tinggi, di peringkat ke-2. (rsa)