Salah satu musisi yang kisah hidupnya akan diceritakan kembali dalam film ialah mendiang Whitney Houston.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan cerita film dokumenter ini akan dimulai sejak Houston meniti karier sebagai penyanyi gospel.
Di antaranya adalah produser musik dan pendiri perusahaan rekaman Arista Records, Clive Davis, yang menemukan bakat penyanyi kelahiran 1963 itu.
Tidak hanya wawancara, film ini juga menampilkan arsip musik, foto dan video langka sepanjang hidup Houston yang belum pernah ditayangkan sebelumnya.
"Melalui film ini, saya ingin mengungkapkan fakta baru mengenai Houston yang belum diketahui sebelumnya," ujar Macdonald.
"Ia mengubah cara menyanyikan musik pop. Ia membawanya dari akar gospel ke lingkaran blues," lanjutnya.
Kemampuan Macdonald dalam membuat film dokumenter tak perlu lagi diragukan.
Ia berhsil meraih penghargaan dari ajang Grammy Awards pada 1999 lewat film dokumenter yang bertajuk One Day in September.
Ia juga berhasil meraih penghargaan dalam ajang BAFTA Awards pada 2000 lewat film Touching the Void.
Houston mulai bermusik sejak 1977. Album perdananya berjudul Whitney Houston yang dirilis pada 1985.
Sepanjang kariernya, ia telah merilis tujuh album. Album terakhirnya berjudul I Look To You yang dirilis pada 1999.
Tak hanya mengolah vokal, Houston juga berakting. Ia pernah berperan dalam sejumlah film dan serial televisi dan iklan.
Salah satu filmnya yang paling dikenang ialah The Bodyguard yang dirilis pada 1992. Ketika itu, Houston memerankan karakter sebagai Rachel Marron.
Film The Bodyguard sempat mendapatkan penghargaan MTV Movie Awards untuk nominasi Best Female Performance pada 1993.
(ard/ard)