Kelucuan lirik lagunya stabil dari awal sampai akhir. Justru inilah kekuatan OM PMR yang membuatnya berbeda dibanding grup band parodi lain. Apalagi musiknya pun riang, sehingga siapa pun yang mendengarnya ingin berjoget.
Begitu pula Bintangku Bintangmu yang membahas mitos sifat orang sesuai 12 tanda perbintangan atau zodiak. "Bintang Virgo, sekolah tapi masih bego. Bintang Scorpio, suka nonton film porno. Bintang Libra, suka lirik mbak-mbak.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lirik lagu menggelitik serta irama musik rancak menjadi kekhasan OM PMR yang selalu diingat oleh para penggemar. Tak terkecuali gaya “ajaib” mereka kala beraksi di atas panggung, terutama gaya joget Johnny dengan tangan mengepal.
Mereka menandai kembalinya ke industri musik dengan membuat album musik mini bertajuk Orkeslah Kalau Bergitar yang berisi empat lagu. Selain lagu karya sendiri, Time is Money (Yang Penting Jadi Uang), juga ada tiga lagu hasi gubahan.
Ketiganya, yaitu Topan (Tato atau Panu) dari lagu Posesif milik Naif, Mengadili Persepsi milik Seringai dan Cinta Melulu milik Efek Rumah Kaca. Dengan penuh kreativitas, OM PMR “merusak” lagu milik musisi lain menjadi kocak.
"Lagunya di A minor, nyanyinya di G Mayor. Yang nyanyi mulutnya kendor karena sering nyosor. MC-nya rada bocor, yang nonton pada slebor," demikian penggalan lirik lagu Cinta Melulu yang digubah atau lebih tepatnya dipelesetkan oleh OM PMR.
Begitu memutuskan kembali berkiprah, agenda OM PMR seolah tak kenal kata rehat. Terlihat di akun Twitter-nya, mereka aktif berkonser dari satu tempat ke tempat lain. Pekan depan, OM PMR tampil di CNNIndonesia.com Music at Newsroom! (vga/vga)