"Saya merasa hancur ketika kehilangan teman-teman seperjuangan saya. Saya tidak tahu apakah harus melanjutkan karier bermusik ini atau tidak," katanya mengungkapkan.
Sejak para personel The Beatles punya kesibukan masing-masing, McCartney jadi sering mengonsumsi minuman beralkohol. Awalnya, ia mengaku, itu terasa nikmat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang gitaris kidal akhirnya punya kegiatan lain untuk melampiaskan hasrat bermusiknya. "Jadi saya membentuk grup Wings," ia menuturkan.
"Kami bukanlah grup yang bagus. Ya, Linda memang tidak bisa bermain keyboard. Tapi, Lennon juga tidak bisa bermain gitar. Tapi kami sama-sama belajar," tuturnya, menyebut nama salah satu pentolan The Beatles.
Berkat kerja keras, Wings sempat meraih enam penghargaan Grammy. Itu pun membantu McCartney melalui masa-masa depresinya.
Seperti diketahui, Wings dibentuk sejak 1970-an. Namun album mereka masih memeroleh Grammy Awards sampai tahun 2000-an. Penghargaan terakhir adalah dua tahun lalu, 2014.
Selain mengungkapkan kesedihannya akibat The Beatles pecah, McCartney juga mengakui betapa ia tak suka Allen Klein sang mantan manajer. Menurutnya, Klein yang menghancurkan The Beatles. Ia mengambil banyak dari The Beatles.
"Dia [Klein] juga mengambilnya dari Stones [The Rolling Stones]," ujar McCartney. Klein memang beralih ke The Rolling Stones setelah The Beatles.
"Saat ini Stones tidak punya apa-apa karena dia [Klein] mengambilnya. Dia mengambil 20 persen bagian dari The Beatles," McCartney menambahkan. Tapi saat itu ia berhasil menolak. Klein diberinya 10 persen bagian saja.
Diakui McCartney, Klein pernah kembali meminta The Beatles rapat. Namun ajakan itu tidak diindahkannya. Kata pria 74 tahun itu, Klein pun tak pernah lagi mengajaknya rapat. (rsa)