Di Indonesia, salah satu toko musik besar sudah menutup beberapa gerainya dan beralih ke penjualan daring. Itu juga dilakukan salah satu toko musik di Chicago, Shake Rattle And Read. Sebagai penanda "napas terakhir" mereka sebagai toko fisik, Shake Rattle And Read rela membagikan rilisan fisik secara cuma-cuma. Toko itu memperbolehkan orang untuk mengambil CD, piringan hitam dan buku sebanyak mungkin pada jam kerja dari tanggal 24 sampai 25 Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip NME, pemilik Shake Rattle And Read, Rick Addy menyatakan bahwa layanan musik streaming yang membuatnya menutup toko itu.
Katanya lagi, "Masih ada orang yang suka membeli rilisan fisik. [Tapi penjualan] CD saat ini sudah menurun, orang-orang akan beralih ke piringan hitam."
Berdasarkan survei salah satu media Inggris, dalam 25 tahun terakhir toko musik yang menjual rilisan fisik memang menurun sebanyak 90 persen. Shake Rattle And Read sendiri adalah toko rilisan fisik legendaris yang sudah berdiri sejak 1966. Toko itu akan resmi ditutup pada Sabtu (28/5) mendatang dengan penampilan dari band Addy, The Pogo Ponies. (rsa)