"Benda-benda itu secara tidak sengaja saya temukan di kebun cengkeh belakang rumah saya empat bulan lalu," kata Ketut Suginari (60), salah seorang warga penemu benda itu, Sabtu, seperti diberitakan Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suginari menemukan benda-benda itu di sebelah tempat pemujaan (pelinggih) kecil. Di pelinggih yang sudah rapuh di area kebunnya itu, ia bersama suaminya biasa menghaturkan sesajen.
Saat ditemukan, kondisi gamelan dan mangkuk perunggu sudah berkarat. Suginari berusaha membersihkannya dengan serabut kelapa, tetapi karat itu tidak dapat hilang.
Sementara itu, ia mengaku masih belum melaporkan temuannya itu ke perangkat desa. Selama ini pula belum ada pihak yang bermaksud meneliti benda-benda itu untuk mencari alasan dibalik terkuburnya benda itu.
Selama ini keluarganya lebih memilih untuk menyimpan dengan baik di rumahnya. "Saya tidak berani menjual benda-benda itu. Di dalam rumah, benda-benda itu disimpan dengan dibungkus saput putih kuning," katanya.