Diakui pria bernama asli Glenn Fredly Deviano Latuihamallo ini, keinginan merilis album religi bernuansa Islami sudah dipendam sejak pembuatan film Cahaya Dari Timur (2014). Ketika itu, ia bahkan membayangkan perilisannya.
Meski Glenn bukan muslim, namun ia percaya Hidayah dapat mempersatukan seluruh umat manusia. Ia tak ingin Indonesia terus menerus dilanda konflik horizontal yang dipicu oleh perselisihan antaragama, tanpa ada penyelesaian berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, salah satu personel Trio Lestari ini menyatakan, “Orang banyak yang enggak nyangka kalau saya akan memproduksi album religi bernuansa Islami. Setelah banyak diskusi, akhirnya saya yakin [untuk memproduksi Hidayah].”
Glenn mengaku terinspirasi beberapa musisi legendaris Indonesia, dari Leo Kristi sampai Emha Ainun Najib alias Cak Nun. Ia juga mengoleksi dan memuji album musik Al-Fatihah milik Dian Pramana Poetra. “Saya suka banget," katanya.
Glenn pun mengangkat topi untuk mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. "Kalau buku yang menginspirasi itu tulisan Gus Dur di tahun 1982, judulnya Tuhan Tidak Perlu Dibela. Tulisan Gus Dur di situ menginspirasi saya.”
Diakui Glenn, pembuatan Hidayah tak mudah. Selaku music producer dan executive producer, ia harus berdiskusi panjang dengan banyak pihak agar tidak salah langkah. Dibantu penyanyi rap Wizzow, ia merangkul sejumlah musisi.
Selain mengikutsertakan musisi senior, Indra Lesmana, Rieka Roeslan dan Yuni Shara, Hidayah—yang berisi 12 lagu (tujuh lagu baru dan lima lagu lama)—juga melibatkan musisi junior, Achi Harahap, Havis Della MC, Kunokini, dan Kamila.
"Kalau di Maluku ada yang namanya pela gandong [kandung]. Di mana muslim sebagai kakak dan kristiani sebagai adik. Jadi bagi saya, ini seperti persembahan dari adik untuk kakak," ujar Glenn bijak.
(vga/vga)