Lagi-lagi itu diambil dari kisah nyata, tentang keluarga Hodgson yang salah satu putrinya mendadak kerap dirasuki arwah kakek-kakek. Kisah itu disebut-sebut sebagai Amityville London, kisah hantu paling seram di Inggris.
Diberitakan Reuters, meski The Conjuring 2 belum dirilis, film itu telah sukses memuaskan keluarga Hodgson. Janet Hodgson sungguhan, yang pada akhir 1970-an menderita karena kerasukan, mengaku sangat menyukainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon Wan mengatakan, ia dan tim produksinya melakukan riset langsung kepada Janet untuk membuat film terasa asli.
Wan mengatakan pada Reuters, "Dia merasa kami sangat menghormati apa yang telah mereka lalui dan kami mencoba mewujudkan, tanpa ada niat main-main, apa yang benar-benar terjadi pada mereka di akhir 1970-an."
The Conjuring 2 kali ini membawa pasangan paranormal Ed dan Lorraine ke Enfield, di mana seorang ibu dan empat anaknya ketakutan. Kasus itu, pada masanya, memicu debat soal kejujuran keluarga Hodgson.
Janet Hodgson (Madison Wolfe) dalam salah satu adegan The Conjuring 2. (Dok. Warner Bros Picture) |
"Rumah itu dulu seperti sirkus media," tutur Wan. "Kami bicara dengan banyak orang yang terlibat di dalamnya dan orang-orang itu tidak terlalu percaya pada hal-hal seperti itu dan mereka melihat beberapa hal yang tidak bisa mereka jelaskan," katanya melanjutkan.
The Conjuring 2 merupakan film horor kesekian yang disutradarai Wan, tapi sekuel pertama dari The Conjuring. Film pertamanya (2013) meraup lebih dari US$300 juta dari global dan dilanjutkan teror Annabelle (2014) sebagai prekuelnya. (rsa)
Janet Hodgson (Madison Wolfe) dalam salah satu adegan The Conjuring 2. (Dok. Warner Bros Picture)