Christina ditembak oleh Kevin James Loibl di Orlando, AS, saat sedang membagikan tanda tangan kepada para penggemar usai berkonser. Christina sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa dara berambut gelap ini tidak tertolong.
Banyak orang berasumsi Christina menjadi korban penguntit. Tapi sahabatnya, Ashly Nicole, menyatakan secara eksklusif kepada E! Online, "Christina sama sekali tidak pernah bicara soal keamanan. Tidak ada tanda-tanda yang patut dicurigai."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semasa hidup, Christina adalah sosok yang hangat. Di mata Ashly, sang sahabat dikenal ramah dengan para penggemarnya. "Dia [Christina] menyebut mereka [penggemar] dengan 'frands.' Gabungan dari friends [teman] dan fans [penggemar]."
Menurut Ashly, selama hidupnya Christina senang bertemu dengan para frands-nya. Bahkan tak jarang, dara 22 tahun bersuara dahsyat ini menitikkan air mata haru kala menerima kebaikan dan perhatian dari frands.
"Sifat baik Christina menurun dari ibunya," ujar Ashly. Marcus, kakak kandung Christina, menurut Ashy, pun memiliki sifat sama. Kakak beradik ini sangat dekat satu sama lain.
"Dia [Marcus] adalah kakak yang sempurna, dia juga seperti kakak saya sendiri. Mereka hanya terpaut satu tahun dan Marcus selalu berujar akan melakukan apa pun untuk Christina."
Ashly menganggap Christina seperti kakak kandung sendiri. Diakui, Christina selalu memberikan perhatian dan solusi untuk masalah yang dihadapinya. "Christina selalu bahagia dan dia membuat semua orang di sekelilingnya juga bahagia."
(vga/vga)