Sang penyanyi muda mengaku menjadi saksi hari-hari terakhir Prince menjelang tidur abadinya, pada 21 April 2016. Enam hari sebelumnya, pada 15 April, Judith terbang bersama Prince serta dua orang lain, asisten pribadi Kirk Johnson dan pilot.
Saat bersantap di udara dengan Prince, menurut Judith, mendadak sang bintang tak sadarkan diri. Ia segera meminta pilot mendarat darurat di Moline, Illinois. “Sebab kami tidak punya [peralatan medis] apa pun di pesawat untuk menolongnya,” kata Judith.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Judith, itulah kali pertama melihat Prince terkapar. Selama ini, ia tak ingin membahas soal perawatan medis yang diterima sang Pangeran Ungu selama di rumah sakit. Kini, ia menyatakan, Prince kooperatif dengan tim medis selama diopname.
“Itu bagian paling menyayat hati karena dia telah berusaha [untuk sembuh],” kata Judith yang tak menyangka, sang mentor meninggal dunia akibat overdosis. Meski begitu, kenangan tentang Prince tetap melekat dalam benak Judith selamanya.
Prince dan Judith telah saling kenal selama bertahun-tahun. Namun Judith tak yakin menjalin romansa dengan sang pelantun Purple Rain. “Sempat terjalin hubungan yang sangat intens. Saya sangat sayang kepadanya. Dia juga bilang cinta saya dan akan selalu ada untuk saya.”
(vga/vga)