Namun satu-satunya personel Warkop DKI yang tersisa, Indro sebenarnya tidak ingin menggantikan sosok Dono dan Kasino, sahabat-sahabatnya yang legendaris. Lewat film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, Indro justru ingin melestarikan lelucon khas grup lawan yang populer sejak 1970-an itu.
"[Makanya] ini kami garap serius banget. Warkop kan lengkap banget. Akting ada, nyanyi ada, tari-tarian juga ada. Jadi dilestarikan semuanya. Makanya Abi, Vino, Tora juga nyanyi Warung Kopi," ujar Indro dalam konferensi pers baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai-sampai, tenggat waktu terlewat. Syuting masih berlangsung hingga hari pertama Ramadan. Menulis naskah pun dipikirkan matang-matang. Sutradara Anggy Umbara dibantu Beni dan Awe. Mereka sampai menonton ulang film-film Warkop.
"Survei lawakannya. Kita lihat mana yang bisa dipakai ulang, dan ditambah lawakan baru dengan genre Warkop. 30 persen lawakan lama yang diperbaharui, 70 persen lawakan baru," ujar Beni.
Ia mengaku gugup saat diminta menulis komedi untuk film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Menurutnya Warkop DKI itu legenda. "Kami bahas skenario itu dari jam empat sore sampai jam dua pagi. Istirahat, terus lanjut lagi. Setelah itu reading dengan ada beberapa penambahan," ujar Anggy.
Karena membangkitkan memori masa lampau, Indro merasa Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 harus punya pesan yang kuat. "Yang paling kuat pesan persahabatan. Goal-nya tentang persatuan," tutur Indro menegaskan.
Film itu memang belum bisa disaksikan di bioskop. Tapi Hannah Al Rasyid yang juga ikut bermain mengatakan, "Mereka semua gila, dan menurut gue cast-nya sangat tepat. Setiap selesai take, kayak beneran [Warkop DKI] asli gitu," ujarnya. (rsa)