Kesuksesan film sebelumnya membuat publik penasaran soal cerita Habibie saat bersekolah di Jerman, yang lebih banyak diekspos dalam Rudy Habibie. Namun belum juga film itu diturunkan, penonton sudah bisa menonton secara daring.
Bukan sekadar trailer, penonton yang tidak mau membelanjakan uangnya untuk tiket bioskop bahkan bisa menyimak Rudy Habibie secara penuh. Dua jam lebih 20 menit, seperti durasi filmnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta bioskop ketat karena penonton yang melakukan itu bisa saja tidak tahu kalau mereka telah melakukan pelanggaran hak cipta," ujar Manoj, seperti dilaporkan kantor berita Antara.
Hanung Bramantyo sutradara Rudy Habibie pun ikut berkomentar. Ia sendiri tahu bahwa filmnya diretas dan diunggah ke media sosial, dari Twitter. "Ada orang yang memberitahukan saya tentang itu, saya langsung bicarakan di grup yang berisi orang-orang yang terlibat di Rudy Habibie," ujarnya.
Orang yang merekam film di bioskop dan mengunggahnya kembali, menurut Hanung, mungkin saja tidak tahu bahwa yang dilakukan itu kesalahan. "Kebanyakan yang melakukan hal tersebut adalah remaja," ujar Hanung menuturkan.
Mungkin juga sejatinya mereka tidak bermaksud mencari keuntungan dari kegiatan merekam film itu. Mereka hanya ingin menyampaikan dan mengekspresikan apa yang dilihat. Jika yang direkam bagian pembukaan film dan suasana orang para penonton, kata Hanung, tidak masalah.
Itu menjadi salah ketika, lanjut Hanung, jika mereka merekam adegan yang dianggap spoiler dan membubuhi cerita di kolom judul sosial media. Apalagi jika mengunggahnya secara penuh. (rsa)