Seperti ruang-ruang publik lain, tentu US Holocaust Memorial Museum dan Arlington National Cemetery terpampang di Pokemon Go sebagai lokasi berburu monster-monster mereka.
Mengutip The Guardian, kedua lokasi itu ternyata merupakan Pokestop, di mana pengguna permainan ponsel yang populer sejak awal bulan itu bisa mendapatkan barang-barang gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Niantic Labs belum berkomentar apa pun terhadap persoalan itu. Tidak diketahui pula apakah sebuah lokasi bisa meminta tempatnya dihapus dari permainan, atau apakah perusahaan bisa mencegah munculnya karakter Pokemon secara tiba-tiba saat seseorang ada di sana.
Tapi protes ternyata tidak hanya muncul dari US Holocaust Memorial Museum dan Arlington National Cemetery semata. Di Belanda, sebuah rumah sakit juga meminta para pengguna tidak berburu monster Pokemon di tengah mereka.
Alasannya, pasien di rumah sakit butuh ketenangan dan istirahat. Mereka tak bisa diganggu orang asing berseliweran sampai ke lantai basement dan kamar-kamar mencari Pokemon.
Rumah sakit Academic Medical Centre di Amsterdam memberi peringatan kepada para pengguna dengan cara unik. Mereka mengunggah gambar Pikachu yang sedang flu parah dengan tisu-tisu bekas bertebaran di sekelilingnya.
Sebagai keterangan rumah sakit itu menulis di Twitter, "Jelas ada Pokemon yang sakit di AMC, tapi kami akan merawatnya. Jangan besuk dia." (rsa/vga)