Diakui Bayu Adiputra Imran (vokal), Ramadhan Handyanto Jiwatama (bass), Mohamad Caesar Rizal (drum), banyak hal dialami grup band-nya sepanjang 11 tahun meniti karier musikal.
"Industri musik Indonesia sangat fluktuatif. Tren musik Indonesia enggak ketebak,” kata Rama kepada CNNIndonesia.com. Saat Soulvibe merilis lagu-lagu bernuansa pop dengan bumbu R&B, jazz, funk, ternyata disukai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rama mengaku senang dengan keberagaman musik Indonesia. Terlebih kini di era digital, di mana para musisi leluasa memperkenalkan karya secara lebih luas via Soundcloud, YouTube dan lain-lain. Soulvibe harus beradaptasi dengan perkembangan industri musik.
Di sisi lain, perubahan industri musik Indonesia juga terjadi di antara musik mainstream dan sidestream. Dapat dikatakan satu dekade belakangan ini, musisi sidestream lebih 'megang' atau lebih dilirik daripada musisi mainstream.
"Satu sisi, setuju dengan pendapat itu. Tapi di sisi lain, takaran 'megang' itu seperti apa. Misalnya, Barasuara [sidestream] dan Sheila On 7 [mainstream], dua-duanya tetap megang. Tapi sekarang musisi sidestream jadi punya porsi lebih banyak, off air mereka banyak dan fanbase juga banyak.”
Rama menambahkan, tren ini membuat stasiun televisi tertarik mengundang musisi sidestream untuk tampil di acaranya. Jika misalnya Barasuara dan Sheila on 7 sama-sama megang atau dengan kata lain digemari, maka stasiun televisi mengundang kedua grup band karena ingin meraup penonton yang merupakan penggemar masing-masing.
"Ya, akhirnya sekarang sidestream punya kesempatan [untuk unjuk gigi]," kata Rama. “Sidestream dan mainstream itu enggak bisa dipisahin karena mereka beriringan dengan media konvensional.”
(vga/vga)