'Crime + Investigation,' Drama Kriminal Tanpa Rekayasa

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Kamis, 21/07/2016 20:34 WIB
Demi menghindari kesalahan fatal yang bersifat prosedural, maka dibuat lah drama kriminal semi-ril, tanpa rekayasa. Para pemain serial Crime + Investigation: Indonesia bersama AKBP Hery Heryawan dan Kombes Pol. Krishna Murti di Intercontinental Hotel, Jakarta (21/7). (CNN Indonesia/Munaya Nasiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serial televisi ber-genre drama kriminal digemari lantaran menyuguhkan adegan-adegan yang seru. Tak hanya memperlihatkan kecekataan polisi atau detektif mengungkap kasus, juga menambah pengetahuan soal investigasi dan melatih daya nalar.

Namun suguhan fiksi drama kriminal juga kadang memiliki kelemahan, terutama di adegan yang bersifat prosedural, macam penangkapan tersangka. Demi menghindari kesalahan fatal maka dibuat lah drama kriminal semi-ril, tanpa rekayasa.  

Kini, para penonton saluran televisi berbayar, antara lain Indovision, Okevision, MNC Play, Big TV, First Media, dan Transvision, bisa menonton drama kriminal Crime + Investigation: Indonesia yang menampilkan cerita penuntasan kasus kriminal.


Serial ini dimainkan oleh bintang ternama Indonesia, antara lain Samuel Rizal, Fauzi Baadila, Donny Alamsyah, dan Ario Bayu. Ada alasan tersendiri mengapa produser eksekutif Kevin Ho memilih kasus kriminal Indonesia, serta deretan pemain lokal.  

"Dua hal yang menarik: banyaknya kisah dan kinerja polisi yang baik," kata Kevin kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, pada Kamis (21/7). Menurut pria Singapura ini, Indonesia kaya akan sejarah, kepercayaan, juga cerita kriminal yang menarik.

Ia pun melihat ada tiga kasus menarik dan langsung mengemasnya: Cleansing Kalijodo, Drug Runner Lover, dan The Mafia Manager. Menurut Kevin, masing-masing memiliki cerita berbeda. Episode Cleansing Kalijodo disebutnya sebagai action documenter.

"Ada senjata, perkelahian, kerusuhan, asap, dan api, orang akan senang ketika mereka mengganti saluran dan melihat ada pertarungan besar dalam serial," kata Kevin seraya mengakui adegan perkelahian sebagai adegan favoritnya.

"Drug Runner Lover lebih ke mystery documenter, thriller," ia menjelaskan. Di episode tersebut polisi Indonesia menangkap seorang penyelundup narkoba, namun mereka hanya punya waktu delapan jam untuk membongkar seluruh jaringan.

Kemudian episode The Mafia Manager disebut Kevin Ho sebagai, "international documenter dan business crime." Pasalnya, kasus ini melibatkan negara Taiwan. Kevin berharap akan ada episode-episode lain yang mengungkap kinerja kepolisian Indonesia.

Kevin yakin, serial dokumenter ini mampu menarik penonton. Sementara Kabid Humas Polda Mtero Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, serial ini bisa membuka pikiran masyarakat agar mengetahui proses penangkapan pelaku hingga proses pengadilan.

"Saya sangat apresiasi dan bangga dengan diangkatnya kinerja jajaran Polda ke sinema. Semoga bisa diterima masyarakat dan dijadikan pembelajaran agar tidak berbuat kejahatan," ujar Awi tentang serial yang disiarkan di saluran Crime + Investigation Network.

(vga/vga)