Mengutip laman The Guardian, sebanyak 50 pensiunan asal Selandia Baru dengan gerakan lambat namun penuh percaya diri memarodikan video Shake It Off dari album musik 1989 yang dipopulerkan Tay pada 2014.
Para pria dan wanita lanjut usia (lansia)—rata-rata berusia 82 tahun—menghabiskan waktu satu minggu untuk mempelajari lirik sekaligus koreografi yang dilakukan Swift dan kawan-kawan, dari balet sampai hip hop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya karena kami tinggal di sebuah panti wreda, bukan berarti kami tidak bisa bersenang-senang," ujar Margaret Gregory, sang bintang utama video yang kebagian peran sebagai Tay. "Kami masih hidup dan bertenaga."
Karya kocak para pensiunan yang ditayangkan di YouTube, baru-baru ini, telah ditonton hampir 70 ribu kali. Bagaimana tidak kocak jika setiap gerakan, kostum, dan properti, dibuat mirip dengan video milik Tay.
Meski begitu, tetap saja ada beberapa gerakan yang tak bisa dilakukan lansia, terutama breakdance. Mereka mengganti koreografi sulit dengan kegiatan sehari-hari, seperti menggulung roti dan menghias cupcake.
Video parodi Shake It Off versi lansia ini bukan lah yang pertama. Sebelumnya, pada 2014, sudah lebih dulu beredar video parodi Shake It Off versi Bart Baker di YouTube. Hingga kini, sudah ditonton lebih dari 37 juta kali.
Bila para pensiunan sekadar melakukan lip sync di video parodi Shake It Off, maka tidak demikian halnya Bart. Dengan penuh kejahilan, ia mengubah lirik lagu tersebut menjadi sindiran, ejekan, yang ditujukan kepada Tay.
"I have so much fame / I'm richer than Bruce Wayne / My life is so great / I just can't keep a date / But it's not enough for me / To be queen of country / I need more love and acclaim / Cause I am insane," lantun Bart dengan cuek.
Bart memang dikenal gemar memarodikan video milik Tay, antara lain Blank Space, Wildest Dream dan Style. Selain Tay, ia juga meniru aksi Justin Bieber, Meghan Trainor, Nicki Minaj, Drake, dan Selena Gomez di video masing-masing.
[Gambas:Youtube]
[Gambas:Youtube]
(vga/vga)