Selain YouTube, pada hari yang sama, Lily juga mengicaukan soal buku autobiografi itu via akun Twitter, lengkap dengan link videonya. Tampak di video yang telah ditonton lebih dari 860 ribu kali itu, Lilly bertarung tinju dengan lawan tak dikenal.
[Gambas:Youtube]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Youtube]
[Gambas:Youtube]
“Perjalanan hidup mengajarkan saya untuk selalu bangkit, tak membiarkan apa pun menghalangi jalan dan satu-satunya rahasia untuk meraih mimpi adalah kerja keras,” kata sang bintang YouTube yang videonya telah dipirsa hingga belasan juta kali.
How To Be a Bawse: A Guide to Surviving Conquering Life juga melibatan Fenella Bates dari penerbit Michael Joseph, serta Tig Wallace, asisten editor dari agensi pencari bakat William Morris Endeavor di tim buku anak-anak Penguin Random House Children’s.
“Lilly adalah satu satu bintang terbesar YouTube di dunia dan upaya menerbitkan buku dengan cara inovatif bersama tim buku anak-anak adalah cara terbaik kami menjangkau semua penggemarnya,” kata Louise Moore, Managing Director Michael Joseph.
“Lilly adalah bintang super bonafide,” kata Francesca Dow, Managing Director Penguin Random House Children’s. “Dari YouTube vlog dan peran filmnya, ia menggelar tur dunia yang tiketnya ludes. Kepribadiannya yang kocak dan dinamis selalu bersinar.”
Lilly tumbuh besar di Toronto, Kanada. Separuh hidupnya, dara keturunan India ini mengaku berjuang keras melawan depresi. Tujuannya membuat rekaman video kocak di YouTube tak lain untuk menggambarkan kehidupan yang tidak bahagia.
Kini, ia memiliki lebih dari sembilan juta subscriber di YouTube dan videonya total sudah ditonton lebih dari satu miliar kali! Pada Oktober 2015, Lilly menduduki posisi ke-delapan di daftar World’s Top Earning YouTube Stars versi Forbes. (vga/vga)