Jarak sembilan tahun ternyata tidak membuat penggemar melupakan kisah 'si bocah yang selamat.' Diberitakan Entertainment Weekly, buku itu masih laris manis diburu para penggemar Harry Potter di pasaran.
Baru sepekan dirilis, novel itu sudah terjual lebih dari dua juta eksemplar, menurut data Scholastic Trade Publishing. Itu baru dari penjualan di Amerika Serikat dan Kanada, belum dari negara-negara lain di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak sebelum dirilis sekali pun, Harry Potter and the Cursed Child sudah sangat laku di pasaran. Bulan lalu ia sudah disebut sebagai buku terlaris semasa pra-penjualan di AS sejak 2007, menurut Barnes & Noble. Pada 2007, buku terlaris di masa para-penjualan juga serial sang penyihir: Harry Potter and the Deathly Hallows.
Dengan hasil itu, diprediksi ia bakal menjadi buku terlaris sepanjang 2016. Apalagi ketika hasil penjualan Amazon menunjukkan data yang sama.
Di Amazon Books, Harry Potter and the Cursed Child juga memuncaki daftar buku cetak dengan pra-penjualan terlaris di AS. Sementara di Kindle, itu juga menjadi buku elektronik terlaris tahun ini.
Sampai saat ini belum ada kepastian apakah novel ini akan diadaptasi ke dalam film, seperti tujuh buku lainnya. Namun selain dalam novel, cerita berlatar 19 tahun setelah kemenangan Potter atas Voldemort itu juga bisa dinikmati pada teater di London.
Dalam teater, kehidupan Potter yang sudah bekerja di Kementerian Sihir dengan tiga orang anak itu diceritakan dalam waktu lima jam. Sampai saat ini tiket teater itu sudah terjual habis sampai bulan Mei tahun depan. (rsa/rsa)