Alasan untuk 'bunuh diri' itu semakin bertambah, setelah salah satu komikus Suicide Squad, John Ostrander, juga ikut mengkritik film yang disutradarai oleh David Ayer itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pengkritik mungkin sudah lelah dengan banyaknya film superhero. Jadi mereka selalu membandingkannya dengan film Batman: The Dark Knight," kata Ostrander.
Bagi Ostrander, salah satu yang masih menjadi kekurangan dalam film Suicide Squad ialah lemahnya penggambaran karakter antagonis, yang akhirnya memengaruhi kekuatan karakter protagonisnya.
"Butuh penggambaran karakter antagonis yang kuat untuk memunculkan karakter protagonis yang juga kuat. Kisah dalam film itu terlalu umum; mereka harus menyelamatkan dunia," ujar Ostrander.
Ostrander lanjut mengatakan, kalau seharusnya film Suicide Squad bisa lebih sering menceritakan masalah yang nyata, seperti isu sosial atau politik, sehingga jalan ceritanya lebih memiliki kedekatan dengan penonton.
"Saat membuat kisahnya dalam versi komik, saya sering menyentuh masalah itu. Namun, dalam filmnya, saya tidak melihat hal tersebut," kata Ostrander.
Walau mendapat banyak kritik, nyatanya film Suicide Squad masih terus membuat banyak orang penasaran.
Hal itu dibuktikan dengan perolehan keuntungan yang lumayan tinggi saat penayangan perdananya pada akhir pekan kemarin.
Bagi sebagian orang, film Suicide Squad juga masih memiliki keunggulan, antara lain dalam pemilihan pemain dan teknik animasi yang digunakan.
[Gambas:Youtube] (ard/ard)