Belum lama ini, salah satu personelnya, Paul McCartney, buka suara mengenai hubungannya dengan Ringo Starr, John Lennon sampai Yoko Ono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama Lennon, Harrison dan Starr, McCartney lalu membentuk The Beatles pada 1960. Sayangnya, band tersebut harus bubar jalan pada 1970.
Namun, McCartney mengaku sudah berbaikan dengan Lennon, beberapa tahun setelah mereka tidak lagi bermusik bersama.
"Ia memeluk saya. Sangat melegakan, karena sebelumnya kami tidak pernah melakukan itu. Ia mengatakan 'sangat senang dapat menyentuhmu'. Saya selalu mengingat kalimatnya itu," ujar McCartney.
Tak hanya mengenai Lennon, McCartney juga angkat bicara mengenai hubungannya dengan Ono.
Baginya, Ono sempat menjadi "ancaman" The Beatles, karena ia "memperhatikan mereka selama rekaman".
"Kami bukan band yang seksis, wanita-wanita kami memang tidak pernah datang saat proses rekaman," kata McCartney.
"Tapi tidak dengan Yoko, ia berada di tengah studio rekaman bersama kami," lanjutnya.
Walau sempat merasa "terganggu", saat ini McCartney mengaku berteman dekat dengan Ono.
Ia merasa harus melupakan masa lalunya yang buruk dengan Ono, agar dapat menatap masa depan yang lebih cerah.
Setelah The Beatles bubar, personel yang masih tersisa mengembangkan karier musik solonya.
Sama seperti McCartney, sang penabuh drum, Starr, kini juga sedang menjalani rangkaian tur konser musiknya.
Ditanya apakah akan tampil dalam salah satu panggung musik Starr, McCartney belum memiliki jawaban pasti.
"Jalan hidup kami sudah berbeda. Ia adalah penabuh drum yang sangat berbakat. Ia memiliki bakat yang istimewa. Namun, menjalani tur dengannya mungkin akan sedikit rumit," ujar McCartney.
(ard/ard)