Tapi kepada CNNIndonesia.com putra sulungnya menegaskan, sang ayah masih baik-baik saja. Mario dan kembarannya Marco bahkan mengatakan, kondisi Eddy terus membaik dari hari ke hari.
Sebelumnya, Eddy memang sempat drop karena jantung dan diabetes, hingga harus dilarikan ke unit gawat darurat RS Fatmawati pada Rabu (9/8) subuh. Kata Marco, kondisi ayahnya drop usai membangunkan putri bungsunya, Nadra dan Nafra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai UGD ambil darah dan cek segala macam. Pas itu Bapak sempat sesak napas juga, lalu masuk ICCU. Jam 7 atau 8 Bapak sempat kritis. Puji Tuhan Bapak kuat, sehingga kemarin sampai sekarang terus membaik," ujar Marco lanjut menerangkan.
Kondisi baik itu ditunjukkan dengan respons-respons yang diberikan Eddy saat diajak berbicara.
"Kalau diajak mengobrol Bapak sudah mulai respons, matanya melihat. Terus pas kita pegang tangannya dia menggenggam, dan tadi pagi dokter bilang dia membaik," tutur Mario menimpali.
Sebelum sakit, Mario dan Marco bercerita, lelaki 67 tahun itu masih sering bersenda-gurau dengan keluarga. Pelantun Biarlah Sendiri itu bahkan masih suka menonton film bersama anak-anaknya.
"Bahkan bulan lalu kami tampil bareng untuk menyanyi dan nonton film di gala premiere film Untuk Angeline," ujar Mario menceritakan.
Gaya hidup Eddy juga cukup sehat. Ia gemar jalan pagi ke pasar sembari berolahraga. Tapi baru-baru ini saat jalan bersama Mario ke pasar, kaki Eddy memang sempat bengkak. Ia menduga, itu merupakan tanda-tanda adanya diabetes.
"Mungkin karena diabetes ada cairan yang tidak lancar. Itu udah sebulan terakhir," ucapnya. (rsa/rsa)