Album tersebut mendapat sambutan yang sangat baik, karena banyak kritikus dan penggemar musik yang merasa kalau musikalitas pria berusia 28 tahun itu semakin melesat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang adik, Ryan Breaux, menyatakan hal tersebut melalui cuitan di Twitter pada Minggu (21/8).
Namun, sang adik sangat mengerti kalau kakaknya sedang bekerja keras menyusun album.
Ia bahkan mengatakan kalau kakaknya sampai lupa untuk beristirahat.
"Ia sering berada di studio selama 16 jam dalam sehari untuk menyelesaikan proyeknya sesempurna mungkin. Itu sangat gila," tulis Breaux.
Ocean mengajak Breaux ke studio bukan tanpa alasan. Sang adik dimintanya untuk menyumbang suara dalam lagu yang berjudul Futura Free.
Tentu saja Breaux merasa senang, walau ia yakin kualitas suaranya tidak terlalu baik.
"Suara saya sangat tinggi, seperti anak berusia 11 tahun. Rekaman itu sepertinya terasa lebih buruk dibandingkan foto di buku tahunan saya," tulis Breaux.
Para penggemar Ocean di New York, Chicago, London dan Los Angeles cukup beruntung, karena bisa mendapatkan album fisiknya, melalui gerai yang ditunjuk tim kreatif Ocean.
Dikutip dari The Guardian, sejumlah gerai sudah dipadati oleh antrian panjang penggemar yang mengular sampai beberapa blok.
Sedangkan bagi penggemar di kota lain, harus cukup puas mendapatkan album Blond melalui layanan musik streaming, Apple Music.
Kemasan album Ocean dalam bentuk fisik cukup menarik. Untuk sampul albumnya, ia meminta fotografer pemenang penghargaan Turner, Wolfgang Tillmans, untuk memotret dirinya dengan rambut berwarna hijau.
Dengan konsep majalah bertajuk Boys Don't Cry berisi 360 halaman, penggemar tidak hanya mendapatkan rekaman musik, melainkan juga foto-foto, wawancara, ramalan zodiak sampai puisi mengenai McDonalds yang ditulis oleh rapper Kanye West.
(ard)