Bukan hanya di Amerika, 'demam' Stranger Things menjangkau negara lain, termasuk diperbincangkan di Indonesia. Tapi musim pertama cerita nan gelap dan mencekam itu sudah usai.
Untunglah, tidak perlu waktu terlalu lama untuk menunggu. Dikabarkan, tim produksi sudah mulai membuat alur cerita Stranger Things musim ke-dua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia suka bagaimana anak kecil di film itu mengalami trauma. Ia sendiri ingin musim ke-dua Stranger Things lebih gelap dan aneh seperti Temple of Doom.
Sejak musim pertama Stranger Things sudah bercerita soal anak kecil yang hilang. Orang tua, polisi dan teman-temannya menghadapi beberapa kejadian aneh dan menakutkan untuk dapat menemukan anak tersebut kembali.
Cerita itu saja sudah 'gelap.' Terbayang jika Matt membuatnya lebih mencekam seperti Temple of Doom lagi.
Ia mengakui, mungkin orang-orang akan lebih suka musim pertama Stranger Things dibanding sesi ke-duanya nanti. Meski begitu, ia tetap akan tetap menggarap musim ke-dua dengan lebih gelap dan aneh.
Bahkan Matt dan saudaranya sudah punya cerita untuk mengakhiri Stranger Things, meski belum tahu di musim keberapa itu nanti akan diaplikasikan.
"Kami hanya memikirkan berapa banyak episode dan musim yang dibutuhkan untuk memberitahu cerita itu sampai selesai. Itu tujuan dan harapan yang sangat sulit dilakukan. Tapi kami berharap bisa mencapai itu," katanya.
Walau Matt dan Ross sudah punya cerita lengkap, Netflix sendiri belum mengonfirmasi kelanjutan Stranger Things. Namun CEO Netflix, Reed Hastings mengatakan, Netflix bodoh jika tidak melanjutkan serial itu. (rsa/rsa)