Itulah yang dilakukan Sebastian Smee, kritikus seni peraih penghargaan Boston Globe Pulitzer Prize lewat buku yang ditulisnya berjudul The Art of Rivalry: Four Friendships, Betrayals, and Breakthroughs in Modern Art.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebastian mengupas lebih detil mengenai kisah hidup, latar sosial, keluarga, dan kontroversi yang mereka timbulkan.
Lain lagi hubungan antara Bacon dan Freud, yang dapat dilihat dari lukisan tahun 1952 yang dibuat Freud, yang dianggap sebagai perlawanan terhadap metode Bacon dan kegilaannya.
Kompetisi antara Pollock dan seniornya Kooning juga tak kalah menarik. Kooning sedikit iri dengan Pollock yang lebih junior darinya.
Persaingan antara Picasso muda 24 tahun dengan Matisse yang berusia 36 tahun, juga menjadi perhatian Sebastian. Keduanya sama-sama berbakat di eranya, bersahabat juga saling bersaing menunjukkan siapa yang terbaik.
Bagi peminat buku dan juga penggemar seni dan biografi, buku Sebastian Smee ini cukup menarik untuk dibaca. Beberapa testimoni menyebutkan buku ini cukup informatif dan disampaikan dalam bahasa yang ringan dan mudah dipahami. (rah/rsa)