“Perjuangan melintasi lautan merupakan sejarah keluhuran. Kisah-kisah perjuangan itu diceritakan turun-temurun,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manggurebe Arumbae tidak hanya jadi makna filosofis, tapi juga terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk lewat kompetisi tahunan yang kini jadi agenda pariwisata di Teluk Ambon.
Said berharap, Pesta Teluk Ambon bisa masuk dalam kalender pariwisata nasional, bahkan internasional. Apalagi, tahun ini Pesta Teluk Ambon juga menjadi pembuka dalam kaitan Hari Pers Nasional 2017 yang dipusatkan di Ambon tahun mendatang.
Manggurebe Arumbae jadi daya tarik utama di Pesta Teluk Ambon, namun terdapat juga berbagai lomba lain, yakni perahu semang (bercadik), memancing, melukis, mendongeng kisah-kisah leluhur tanah Ambon, fotografi taman bawah laut, membuat mosaik, voli pantai, lomba Semang Laki-laki, lomba Semang Perempuan, lomba memancing tradisional, dan juga festival sajian khas Maluku.
Selain itu, pada 10 September, seluruh peserta festival akan diajak berpartisipasi melakukan pembersihan terumbu karang di Teluk Ambon. (les)