The Hollywood Reporter melaporkan, trailer itu bahkan memecahkan rekor. Menurut data Universal Pictures selaku rumah produksi yang menaunginya, trailer itu ditonton 114 juta kali selama 24 jam pertama sejak ia dirilis secara resmi.
Bukan hanya di YouTube, trailer itu juga dirilis di berbagai platform digital lain seperti Facebook dan Instagram. Angka 114 juta didapat dari gabungan penonton seluruh platform digital itu. Di YouTube sendiri hingga kini ia ditonton lebih dari enam juta kali lewat unggahan Universal Pictures UK dan 8,5 juta dari unggahan akun Fifty Shades.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trailer Fifty Shades Darker ditonton sebanyak 39,4 juta kali di Amerika Utara saja. Penonton yang lebih banyak berasal dari luar Amerika. Universal Pictures mencatat, penonton berasal dari 32 pasar internasional yang disasar Fifty Shades Darker, termasuk UK, Meksiko, dan Prancis. Dari global, angka penontonnya 74,6 juta kali.
Film sebelumnya, Fifty Shades of Grey mengantongi US$571 juta atau setara dengan Rp7,5 triliun dari box office global. Mengutip data Box Office Mojo, film yang mengisahkan percintaan ekstrem pengusaha muda dan kaya dengan mahasiswa Sastra tingkat akhir itu berada di posisi ke-127 film terlaris dunia sepanjang masa.
[Gambas:Youtube]
Padahal film itu tidak tayang di beberapa negara dengan alasan terlalu vugar. Indonesia termasuk negara yang tidak menayangkannya. Film itu juga diprotes karena mengesankan perempuan di posisi yang mau diinjak-injak lelaki.
Tapi bukan hanya film, buku yang ditulis James pun laris manis, terjual sampai jutaan kopi ke seluruh dunia. Buku terakhirnya, Grey—yang mengulang kisah Fifty Shades of Grey tapi dari sudut pandang pria—pun sangat laris bahkan sebelum dirilis. (rsa)