Ditemui di sela-sela pementasan Mahabharata Part 3, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (27/9) di mana ia turut bermain, Gunawan mengatakan dirinya usai pementasan akan mewakili dan mengawal dua film yang ia bintangi di Busan. Kedua film itu yakni Istirahatlah Kata-kata (atau dalam versi bahasa Inggris; Solo, Solitude), dan Nyai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berperan sebagai penyair Wiji Thukul, kata Gunawan, merupakan tantangan tersendiri, karena rujukan yang tidak begitu banyak mengenai sosok penyair yang hilang dan belum diketahui jejaknya sampai sekarang itu.
Istirahatah Kata-kata fokus pada kisah pelarian Wiji Thukul ke Pontianak hingga saat ia menghilang. Perjalanan sekitar sembilan bulan dalam pelarian itu digali lebih jauh bersamaan dengan untaian sajak yang pernah ia tulis.
Sementara film Nyai, diangkat dari kisah Nyai Ontosoroh, dari karya Pramoedya Ananta Toer. Film Nyai merupakan eksperimen Garin Nugroho dalam membuat film dengan pengambilan gambar satu kali shoot kamera. Disampaikan Gunawan, pengambilan gambar Nyai dilakukan di Yogyakarta, di kediaman Garin.
"Keduanya memberi pengalaman berbeda," ujarnya.
Film Istirahatlah Kata-kata dijadwalkan tayang di Indonesia akhir tahun mendatang. Sementara Nyai, masih dalam penyesuaian jadwal dengan karya film Garin Nugroho lainnya berjudul Setan Jawa. (rsa)