"Banyak rekor yang tercatat selama tiga hari pelaksanaan Festival Pelajar Sulsel, dan salah satunya menari 24 jam nonstop," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, di Makassar, Minggu (16/10), seperti dikutip Antara.
Ia mengatakan, menari tanpa jeda selama 24 jam itu dibawakan oleh para pelajar sekolah menengah dan kejuruan (SMA/SMK) dengan berbagai macam tarian dari banyak wilayah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemecahan rekor Musem Rekor Dunia-Indonesia (MURI) selain dari menari selama 24 jam tanpa jeda itu, yakni pembuatan kue tertinggi 19 meter, kemudian merakit laptop oleh 1.003 pelajar SMK.
"Ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah ada di Indonesia. Ajang ini selain sebagai momentum silaturahmi, juga sebagai bentuk upaya meningkatkan semangat dalam membangun prestasi yang lebih baik di dunia pendidikan," ucap Irman.
Festival Pendidikan dihadiri sekitar 7.000 peserta yang terdiri dari guru dan murid sekolah menengah atas (SMA), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP), serta SMK di Sulawesi Selatan.
Beberapa karya spektakuler yang dipamerkan adalah robot pemungut sampah bernama Ewako, modifikasi bidang otomotif, serta kemampuan siswa SMK merakit dan membuat program komputer.
Selain itu, juga ada kompetisi yang dipertandingkan antara lain lomba adzan, melukis, pertandingan futsal, basket, MTQ tingkat pelajar, lomba sains, desain grafis dan pentas seni. (antara)