Oliver menawarkan Trump pialanya, dengan satu syarat. Trump harus mau menerima kekalahannya di pemilihan umum mendatang. Trump menjadi calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik. Itu kontroversial, mengingat beberapa skandal dan perkataannya.
Dalam debat capres ke-tiga bersama lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, Oliver ingat bagaimana Trump mengisyaratkan ia tak bisa menerima kekalahan. Saat itu ia menyebut bahwa dirinya berpikir semua mencuranginya dan ingin ia kalah dalam pemilu mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah Oliver menawarkan pialanya. “Mari bertaruh pada pemilihan ini. Saya akan menerima kalau Anda menang, tapi Anda juga harus bisa menerima jika Anda kalah. Dengan demikian, jika Anda kalah, Anda masih menang. Saya punya sesuatu yang Anda mau,” tuturnya.
Saat itulah Oliver mengeluarkan piala yang menjadi objek pertaruhannya dengan Trump.
“Anda bahkan tidak perlu mengajaknya jalan-jalan membeli barang,” kata Oliver menambahkan, menyindir komentar Trump di Access Hollywood tentang Nancy O’Dell yang dilecehkannya.
Keinginan Trump mendapat Piala Emmy disampaikan berkali-kali. “Saya kacau oleh Emmy. Semua orang berpikir saya akan memenanginya. Faktanya, ketika mereka mengumumkan pemenang, saya berdiri sebelum pemenangnya diumumkan. Dan saya mulai berjalan. Dan mereka malah mengumumkan pertunjukan paling membosankan di televisi. The Amazing Race,” ungkap Trump.
Mengutip The Hollywood Reporter, itu disampaikannya di salah satu episode The Apprentice tahun 2015. Kejadian itu sendiri sudah berlalu lama sebenarnya, pada 2004.
Menurut Trump, The Amazing Race bisa menang beberapa kali karena “mereka tahu bagaimana politik Emmy.” Setelah tak pernah menang, Trump sering mencemooh Emmy melalui Twitter-nya. (rsa)