Mengenakan pakaian serba putih dan penutup kepala, ia mengaku memiliki pandangan positif akan aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan massa dari berbagai ormas Islam tersebut.
"Ini jadi pelajaran penting untuk siapa pun, bahwa menjadi pemimpin dalam satu wilayah harus bijak dalam bersikap. Paling penting jangan jadikan ini sebagai kendaraan politik," ujarnya di kawasan Medan Merdeka Barat, seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David menambahkan aksi yang dilakukan lebih jauh merupakan wujud dari pernyataaan. "Kita hidup di negara hukum, pada siapa lag berharap adanya penegakan hukum" kata dia.
"Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang dilindungi negara misalnya kebebasan beragama, pemerintah yang menjadi bentengnya," ujarnya.
Dia optimistis aparat keamanan dan Presiden Joko Widodo bisa mewujudkan harapan sebagian besar massa yang melakukan aksi unjuk rasa saat itu, menindak tegas pelanggar hukum.
"Kepada kepolisian, presiden sebagai pemimpin negara. Saya masih berpikir positif. Saya ingin aksi ini semata-mata jadi satu pelajaran penting bagi bangsa Indonesia bahwa orang Indonesia itu beragam, Bhinneka Tunggal Ika."
"Sudah selayaknya kita belajar saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing agama," ujar David. (rah)