Minim Pengunjung, Museum Erotis di Paris Terpaksa Ditutup

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 08/11/2016 03:24 WIB
Minim Pengunjung, Museum Erotis di Paris Terpaksa Ditutup Ilustrasi Museum Erotis Paris. (Thinkstock/irisphoto2)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu-satunya museum erotis di Paris terpaksa gulung tikar. Sang pemilik gedung memutuskan tidak lagi memperbarui kontrak dan tidak ada tempat pengganti yang memungkinkan untuk menampung keseluruhan koleksi museum yang terletak di kawasan Pigalle, Perancis itu.

Museum itu dimiliki oleh Jo Khalifa dan Alain Plumey. Keduanya mantan bintang film panas. Mereka menggagas museum itu sejak 18 tahun lalu. Namun belakangan, jumlah pengunjung menurun drastis. Sementara harga sewa melangit. Museum pun tak mampu lagi bertahan.

“Kami tidak pernah mendapat dukungan baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” kata Khalifa suatu saat, pada AFP. “Meskipun sebenarnya harus dikatakan, saya tidak bisa membayangkan akan ada politisi yang mendukung kami,” ia melanjutkan sambil berseloroh.


Barang-barang koleksi museum itu pun terpaksa dijual. Sampai Minggu (6/11), museum itu menghasilkan setengah juta euro atau Rp7,2 miliar. Angka itu sekitar tiga kali lebih tinggi dibanding yang diprediksi oleh para pelelang sebelumnya pada pre-sale.

Museum itu sendiri memiliki sekitar dua ribu koleksi alat-alat erotis, mulai dari yang sangat jadul—zaman dulu—sampai yang modern.

Ada logam bulat berbentuk seperti kelereng yang berasal dari Dewa Wisnu di kuil tantri India abad ke-18, dari ranah Asia.

Ada pula lambang alat vital dari hutan di Amerika Selatan dan objek lain yang didasarkan pada genitalia wanita. Pipa Thailand yang berbentuk seperti alat kelamin pria pun ada.

Barang yang dilelang juga termasuk begitu banyak lukisan dan foto dari abad ke-19. Ia bahkan masih menyimpan objek dari salah satu lokasi prostitusi legal di Paris, yang ditutup setelah Perang Dunia II. Barang lain yang menjadi sorotan adalah patung baja modern yang menunjukkan seorang perempuan yang tengah berhubungan seksual dengan robot.

Patung yang satu itu laku mahal, mencapai 38 ribu euro atau Rp550 juta. Harga itu jauh di atas perkiraan, yang hanya 7.000 sampai 8.000 euro atau Rp101 juta sampai Rp115 juta.

Saat lelang dilakukan, ada lebih dari 500 pembeli potensial yang hadir. “Banyak orang yang datang dengan harapan bisa membawa suvenir dari museum yang tak terlupakan ini,” kata pelelang Bertrand Cornette. Barang-barang koleksi museum itu sampai ludes diborong.

Termasuk karya Salvador Dali yakni versi relief dari lukisanya yang berjudul ‘Young Virgin Auto-Sodomized by the Horns of Her Own Chastity.” Yang satu itu laku sampai 20.608 euro atau Rp293 juta, padahal diprediksi hanya 2.000-3.000 euro atau Rp28 juta-Rp43 juta.

Sementara lukisan bugil Mona Lisa, laku seharga lebih dari 13.000 euro (Rp188 juta). (rsa)