Tapi bayangkan jika Anda jadi kru di balik pembuatan film itu. Mereka harus membuat delapan film selama sepuluh tahun, yang didasarkan pada tujuh buku dengan orang yang itu-itu saja. Mereka seperti ‘terjebak’ dan tak bisa mengerjakan proyek film lainnya.
Maka, mengutip Independent, tak heran jika mereka mencoba bersenang-senang sedikit dengan film yang sedang digarap. Penonton mungkin tidak menyadari, tapi ternyata ada beberapa lelucon samar yang sengaja diselipkan oleh tim produksi. Itu memang tidak untuk disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bahkan berani menjadikan piala kejuaraan antarsekolah sebagai teleport ke tempat dirinya berada. Ia membuat Harry mengikuti kompetisi itu, meski usianya belum mencukupi, sehingga sang bocah yang selamat bisa memegang piala dan menghadapi Voldemort langsung.
Tapi kejadian itu malah membuat perwakilan lain dari Hogwarts, Cedric Diggory, meninggal. Diggory sendiri diperankan oleh Robert Pattinson, dan saat itu menjalin kasih dengan Cho Chang, yang sebenarnya ditaksir Harry. Tragedi itu membuat semua percaya Voldemort ada.
Sulit bagi penonton untuk membaca apa yang tertulis di surat kabar yang dibaca Harry. Ia sendiri hanya membacanya sekilas, sebelum terganggu oleh kehadiran Dudley dan kawanannya. Apalagi setelah itu dementro pengisap kebahagiaan membayangi mereka dari langit.
Namun bagi mereka yang teliti, berita utama di surat kabar itu akan membuat tertawa. Judulnya: Balls Judged Too Big—Bola-bola Dianggap Terlalu Besar. Judul berita itu bisa berarti lain, tapi di sampingnya ada foto sekumpulan bola tenis berwarna kuning terang.
Tidak bisa dikonfirmasi, tapi seperti diberitakan Independent, siapa pun yang ditugaskan menyediakan surat kabar itu sebagai properti, punya selera humor yang lumayan dan ‘kotor.’ (rsa)