Beberapa jam sebelum Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS, Katy Perry mengakui bahwa orang tuanya berbeda pandangan dengan dirinya. Kedua orang tuanya menjadi salah satu warga AS yang mendukung Trump sebagai presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara tersirat, Perry coba mengingatkan bahwa meski terdapat perbedaan di antara satu sama lain, kuncinya adalah tetap saling mencintai. Time merekam dan membagi aksi Perry tersebut via akun twitter.
Sebelumnya, Perry pun rela memilih tanpa mengenakan busana agar para penggemarnya ikut mendukung Clinton bersamanya. Namun, harapan Perry kini pupus melihat Trump yang terpilih dan memenangi pemilihan presiden AS.
Trump berhasil mengungguli rivalnya dari Partai Demokrat dengan 288 electoral votes, sementara Clinton hanya meraup 215 electoral votes. Perolehan suara mereka berselisih satu persen.
Mengutip Time, pelantun hit Rise tersebut mengatakan bahwa apa yang terjadi hari ini, hasil pemilihan, bukanlah sebuah akhir. Namun, sebuah permulaan bagi semua pihak untuk bekerja bersama-sama.
"Kita butuh siapa saja, -gay, hetero, hitam, putih, berwarna-, untuk menyebar kasih. Jadi mari nyanyikan lagu persatuan, kita bersatu sama-sama," ujarnya menambahkan.
Meski kecewa kandidat jagoannya tak memenangkan pemilihan, Katy Perry mengaku tak akan bungkam. Lewat akun twitternya, ia menulis dalam huruf kapital bahwa ia akan terus bersuara.
"Jangan meratap. Dan bungkam. Tetaplah bergerak. Kita bangsa yang tidak akan membiarkan kebencian menyebar di antara kita," tulisnya. (rah)