Tapi kini, ketika orang yang banyak tak disukai warga Amerika, Donald Trump memenangi Pilpres AS 2016 dan secara mengejutkan mengalahkan Hillary Clinton, sebagian orang berpaling ke Kanye. Banyak netizen di Twitter yang berbalik mendukung sang rapper.
“Hanya satu orang yang bisa menyelamatkan kita sekarang,” kata salah satu netizen. Ia bahkan memberi tagar #kanye2020 dan #ElectionNight. Ia juga mengunggah sebuah gambar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang juga menarik, adalah busana yang ia kenakan. Alih-alih resmi seperti presiden pada umumnya, Kanye mengenakan jaket Adidas warna merah yang berbentuk seperti jas. Sebagai dalamannya, ia mengenakan kemeja putih resmi. Kanye bahkan digambarkan berdasi abu-abu.
Kanye sendiri belum menanggapi hal itu. Keinginannya menjadi presiden dahulu tentu saja hanya bercanda. Saat diwawancara di radio setelah pencalonan di panggung MTV VMA 2015 itu ia mengatakan, “Ketika saya bicara tentang ide menjadi presiden, saya tidak berkata bahwa saya punya pandangan politik. Saya tidak punya pandangan seperti itu.”
“Saya hanya punya pandangan soal kemanusiaan, orang-orang, dan kebenaran. Jika ada yang bisa saya lakukan dengan waktu dan hari saya, untuk membuat perbedaan ketika saya masih hidup, saya akan mencoba melakukannya,” kata Kanye menegaskan. Seperti Trump, pernyataan dan kelakukan bapaj dua anak—North dan Saint West—itu juga dikenal selalu kontroversial.
Kanye bukan satu-satunya selebriti yang pernah mengatakan dirinya ingin menjadi presiden. Ada pula George Clooney, Arnold Schwarzenegger, Caitlyn Jenner, bahkan Justin Bieber. (rsa)