Pelantun hit Bad Romance itu tidak hanya protes lewat akun media sosialnya, akan tetapi juga ikut turun ke jalan, dan protes di halaman Trump Tower di New York City.
Ia juga kemudian menyalahkan Trump atas kekacauan yang kemudian terjadi di Amerika Serikat, dengan banyaknya protes anti-Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, "Saya harap siapa pun yang merasa takut hari ini ingatlah bahwa perubahan sosial yang dicapai dalam delapan tahun terakhir mesti dipertahankan."
"Kekacauan yang terjadi di Amerika Serikat saat ini adalah akibat kampanye tak bertanggungjawab Trump. Ia bukanlah panutan, lihatlah kekacauan yang telah ia buat," ungkapnya seperti dikutip dari NME.
Gaga tak berhenti menyuarakan kepeduliannya, bahkan termasuk musisi yang paling vokal mendukung Hillary CLinton dalam pemilihan presiden AS.
Sehari sebelum pemiihan ia ikut dalam kampanye Clinton dan menyampaikan pidato agar memilih kandidat dari Partai Demokrat tersebut.
Sebelumnya, ia juga menantang Donald Trump dan istrinya Melania. Tantangan ini berkaitan dengan pidato Melania yang mengatakan akan bertindak terhadap kekerasan di dunia maya atau internet yang diklaim Gaga sebagai sebuah hipokrisi.
Lewat akun twitternya, ia mengatakan, bagaimana mungkin seseorang mengatakan anti-bullying, sementara suaminya sendiri adalah pelaku kekerasan nomor satu yang paling berbahaya.
Ia juga secara terang-terangan menyebut Trump dalam cuitannya, dan mengatakan bahwa ia telah memecah belah warga AS dengan ketakutan dan kebencian. Oleh karenanya ia memilih Hillary Clinton untuk mempersatukan.
(rah)