Griselda Sastrawinata, Sentuhan Indonesia di Film 'Moana'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 14/11/2016 08:25 WIB
Griselda Sastrawinata, Sentuhan Indonesia di Film 'Moana' Ia menjadi satu dari 800 orang dari 25 negara yang terlibat dalam pembuatan film Disney terbaru yang akan tayang akhir November tersebut. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Disney dijadwalkan merilis film animasi terbarunya Moana pada 25 November mendatang. Dan Griselda Sastrawinata, termasuk salah satu orang yang tak sabar menunggu perilisannya.

Berperan sebagai Visual Development Artist, ia menjadi satu antara 800 orang dari 25 negara yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. 

"Film itu dikerjakan dalam lima tahun oleh 800 orang dari 25 negara, saya di sana berperan untuk proses pembuatan background, dan Tapa illustration," ungkapnya saat ditemui dalam preview film 'Moana' di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Tapa, kata dia, adalah kain yang terbuat dari kulit pohon murbei yang direndam di air dan dikeringkan, yang kemudian akan disambung satu sama lain.

"Setelahnya, kain tersebut dihias dengan pewarna alami dengan pola geometris khas Polinesia. Desain yang saya buat, bordernya lain dan punya desain masing-masing seperti yang dipakai bayi-bayi. Semua detail harus dibuat," tuturnya.

Proses kerja pembuatan Moana, disampaikan Griselda sangat menyenangkan, karena di Disney tak ada diskriminasi, meski ia wanita dan berasal dari Indonesia.

"Tentu saya bangga dan senang ini seperti mimpi jadi kenyataan. Disney hire seseorang karena artworknya tidak berdasar negara. Mereka memberi kesempatan yang sama untuk siapa saja, itu juga yang buat saya suka Disney," katanya.

Hal yang menantang, lanjut dia, adalah waktu tenggat. Karena, bagaimanapun, sebuah film ada tanggal rilis sehingga semuanya harus tepat waktu.

Impian Disney 

Bekerja di Walt Disney sudah menjadi impian Griselda sejak masih kecil. Ia menyukai film-film seperti The Little Mermaid, Sleeping Beauty dan Lady in Tramp. Sampai akhirnya apa yang digemarinya itu menjadi inspirasi baginya untuk merintis karir di industri animasi.

Wanita yang lahir pada 1982 itu memutuskan pindah ke AS saat kelas dua dari SMA Pelita Harapan Jakarta. Setelah menamatkan SMA-nya di Negeri Paman Sam, ia melanjutkan studi ke Art Center College of Design (ACCD) di Pasadena, California AS dan masuk di jurusan ilustrasi. Dari sana ia mendapatkan gelar sarjana di bidang seni. 

Sebelum sampai di Disney, dirinya di kontrak di studio film ternama Dreamworks di California, AS. Tapi tujuan utamanya tetap Walt Disney Studios. Hingga ia tak mau berhenti berusaha untuk bekerja dan terlibat di sana.

"Pertama kali melamar ke sana 10 tahun yang lalu, tapi selama sembila tahun waktunya tidak pernah pas, saat melamar tidak ada lowongan, ketika saya ambil kontrak di Dreamworks mereka buka," kata Griselda.

"Sampai akhirnya satu setengah tahun yang lalu peluang itu terbuka," katanya menambahkan.

Selain berhasil mewujudkan mimpinya di waktu kecil untuk bekerja di Disney, Griselda lantas mengungkapkan keuntungan ketika mendapat bekerja di sana.

"Saya masuk Disneyland gratis, dan dapat diskon karyawan untuk semua merchandise, itu yang menarik," ungkapnya sambil tertawa.

Walau Moana merupakan debutnya saat bekerja di Disney, tapi saat masih di Dreamworks Griselda telah banyak terlibat dalam proyek film animasi besar, seperti Shrek Forever After, Puss In Boots, How To Train Your Dragon 2, Kungfu Panda 2, The Croods, hingga yang terakhir adalah Home.

"Setelah Moana, saya mengerjakan Frozen Holiday Special yang akan dirilis tahun depan saat perayaan Thanksgiving, dan sedang dalam proses pengerjaan Wreck it Ralph 2 juga," ujarnya memberi bocoran akan keterlibatan dalam proyek film Disney berikutnya. 
(rah/rah)


ARTIKEL TERKAIT