Pada 5 Oktober 2016 lalu, SHINee merilis album baru mereka, 1 of 1, secara digital dan fisik. Karya ini muncul satu tahun lebih setelah album studio Odd (2015) dirilis. Jonghyun menjelaskan, album studio ke-lima mereka itu terdiri dari sembilan lagu yang secara musikalitas terinspirasi oleh genre musik retro.
"Ini sebuah album penuh yang dibuat setelah sekian lama. Dalam album 1 of 1, kami memberikan banyak sentuhan retro, dari musik hingga fesyen. Semua memakai konsep retro," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan album ini fokus pada musik retro yang menjadi title track, meski kami juga masih memasukkan musik yang trendi. Kami pikir, album ini bisa memamerkan keragaman warna musik kami," katanya.
Sementara itu, personel termuda yang bertindak sebagai penari utama, Taemin, menimpali, "Saya suka Prism, karena lagu ini menampilkan suara tiap personel SHINee yang atraktif dan musiknya juga trendi."
Mendengar jawaban Taemin, Jonghyun pun menyahut, "Saya juga suka Prism."
Minho, yang kala itu duduk di samping Jonghyun, merekomendasikan Feel Good kepada para penggemarnya, Shawol. Sedangkan Key memilih Shift sebagai tembang favorit dalam album 1 of 1. Ia menyebut lagu tersebut sangat sesuai dengan seleranya.
Album Repackaged 1 and 1
Dalam konser SHINee World V in Jakarta, Minho pun sempat membeberkan beberapa detail tentang album repackaged yang bertajuk 1 and 1. Album itu akan dirilis pada Selasa (15/11) esok.
"Saya punya berita baru. Kami akan mempersembahkan album repackaged baru untuk kalian," ujar Minho kepada para penggemarnya di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Utara.
Beberapa hari sebelumnya, SM Entertainment telah meluncurkan cuplikan-cuplikan gambar, video klip, dan detail baru tentang album ini. Mereka bahkan sudah mengungkapkan bahwa Tell Me What To Do dipilih sebagai lagu yang akan dipromosikan untuk comeback stage beberapa hari lagi.
Lagu ini disebut memiliki elemen EDM trendi dengan tempo medium R&B yang emosional. Sedangkan lirik Tell Me What To Do ditulis seperti sebuah perbincangan antara sepasang kekasih yang telah berpacaran lama yang mencoba mengatasi situasi yang dialami keduanya.
Beralih ke EDM
Sejak awal kemunculannya pada 2008, hampir seluruh lagu yang dipromosikan SHINee menjadi hit, baik di Negeri Ginseng maupun di dunia. Mulai Replay, Love Like Oxygen, Juliette, Ring Ding Dong, Lucifer, Hello, Sherlock, Dream Girl, Everybody, View, Married to Music, hingga 1 of 1.
Meski demikian, sebenarnya telah terjadi peralihan jenis aliran dalam musik SHINee. Seperti yang sebelumnya dijelaskan Key, mulai Replay sampai Sherlock, mereka fokus pada musik yang sedang menjadi tren. Sedangkan Dream Girl menggunakan jenis musik acid electro funk.
Memasuki album Odd, SHINee kemudian beralih ke aliran Electronic Dance Music (EDM). Unsur EDM yang sangat kental terdengar dalam lagu yang dipromosikan yang berjudul View. Lagu yang diproduksi oleh LDN Noise dan Jonghyun itu sempat mengantar album Odd memuncaki tangga lagu Billboard's World Albums dengan penjualan album fisik mencapai 2.000 keping di Amerika Serikat.
Elemen EDM trendi kembali terdengar dalam album 1 of 1 dan, jika dilihat dari cuplikan video klip yang telah dirilis SM Entertainment, disinyalir akan tetap muncul dalam album repackaged 1 and 1.
Soal banyaknya penggunaan unsur EDM dalam album-album terakhir SHINee, Jonghyun mengatakan, "Kami pikir EDM sebenarnya menjadi tren baru di seluruh dunia dan SHINee juga ingin secara natural mengikuti arus musik itu."
Musisi kelahiran 8 April 1990 itu juga menuturkan bahwa SHINee menganggap genre EDM mampu mengekspresikan musik secara luas. "Ini adalah genre musik yang kami suka," ujarnya. (rah)