Secara fisik, Johnson memang susah diabaikan. Sebagai mantan pegulat profesional, ia identik dengan tubuh kekar berotot. Lengannya begitu besar. Kotak-kotak di perutnya nyata.
Postur itu tak ayal membuat iri banyak lelaki, salah satunya seorang ahli teknologi yang sekaligus pendiri start up, Mark Webster. Ia mencari bagaimana cara Johnson membentuk dan menjaga tubuhnya, lalu mempraktekkannya pada diri sendiri. Dari situ Webster pun bisa menyimpulkan, “Dia bekerja sangat, sangat keras.” Mulai dari latihan, sampai pola makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya butuh uang, itu juga menghabiskan waktu. Webster menghabiskan 1,5 jam untuk menyiapkan makanan setiap dua sampai tiga bulan sekali. Setiap hari, ia butuh sekitar 1,5 jam lainnya untuk menyantap berbagai macam makanan sesuatu urutan dan jam yang ditentukan.
“Masalah terbesar soal makan adalah mengganggu hari Anda. Setiap beberapa jam, Anda harus berhenti dan makan lagi,” kata Webster. Pernah suatu kali, karena harus makan sesuai aturan, ia menyantap makanannya di ruang konferensi, di tengah semua orang sedang rapat.
Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk berlatih. Enam hari seminggu, ada satu jam latihan kardio dan 1,5 jam latihan menjaga berat badan. Latihan itu membakar 3.550 kalori per hari. Kata Webster, itu latihan yang dilakukan Johnson saat memerankan Hercules di film.
“Dia melakukannya selama enam bulan. Kalau saya melakukan selama enam bulan, saya bisa membayangkan akan ada perubahan signifikan di tubuh saya,” kata Webster soal latihan itu.
Soal itu jelas butuh komitmen. Menjadi ‘seseksi’ Johnson ternyata butuh meluangkan waktu sekitar lima jam sehari: menyiapkan makanan, makan, dan berolah raga membentuk tubuh.
Bagaimana hasilnya pada Webster, yang mencobanya selama sebulan? “Lengan saya sedikit lebih besar, bagian atas paha saya lebih besar. Saya merasa luar biasa. Saya 37 tahun, merasa nyeri sepanjang waktu. Sekarang tidak lagi. Saya merasa lebih baik,” katanya.
Selain fisiknya membaik dan detak jantungnya lebih teratur, Webster juga merasa kekuatannya lebih teruji. Baginya, itu pengorbanan yang layak. Tapi hidup seperti itu juga butuh persiapan, tak bisa langsung ‘lompat’ dari kebiasaan tidur-tiduran di sofa saja.
“Anda mungkin bisa membunuh diri Anda. [Kalau] saya [memang sudah] menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk membentuk tubuh,” ujar Webster, yang kini bangga dengan tubuhnya. (rsa)