Taboo, julukan akrabnya baru-baru ini mengungkap bahwa ia selama ini berjuang melawan kanker testis. Sang musisi baru mau menceritakan betapa pelik hidupnya saat itu, ketika menjadi bintang tamu dalam acara bincang-bincang The Doctors, seperti dikutip dari CNN.
Dalam acara itu Taboo mengakui, ia sebenarnya sudah didagnosis kanker testis sejak 2014. Saat itu ia tidak terbayang soal apa yang akan terjadi pada dirinya dan hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia akhirnya melakukan apa yang harus dilakukan. Taboo mengoperasi testikelnya. Kini ia hanya punya satu testis, sebelah kiri. Bukan hanya itu, ia masih harus menjalani kemoterapi. Selama lima hari seminggu, enam jam sehari. Ia harus ‘disiksa’ selama itu.
Selama bertahun-tahun, ia tak pernah memeriksakan sakit itu. Ternyata itu merupakan tanda bahwa ada tumor di testikelnya yang berkembang. Kini, ia harus kehilangan satu testis.
Taboo kini ingin menyampaikan pada siapa pun agar tidak mengabaikan sekecil apa pun tanda.
“Seringkali kita terlalu terjebak dalam kehidupan sehari-hari, pada karier kita, dan akhirnya kita lupa untuk mendengarkan tubuh kita,” ujarnya memberi saran positif.
“Itu adalah pesan penting yang sekarang ingin saya sampaikan dan kepada semua orang jika Anda merasakan sakit, dengarkan tubuh Anda,” tutur Taboo lagi, menutup pesannya. (rsa)