Tiket tambahan itu dijadwalkan akan dijual pada Kamis (24/11), seperti dilansir dari Ibtimes. Ini akan menjadi tahapan ke-empat setelah dua kali pre-sale dan penjualan yang ludes dalam dua jam pada Senin lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa tiket dijual dengan harga mencapai S$3,150 dari harga normal sebelumnya hanya S$268.
"Bahkan anggota band merasa khawatir akan hal tersebut dan meminta saya untuk melakukan seusatu," ujar Michael Roche, Presiden Direktur Live Nation Lushington pada The Straits Times.
Menurut dia, pihak penyelenggara sedang berupaya mengambil langkah mengatasi tiket yang dijual ulang tersebut. Namun, belum dipastikan detil seperti apa tindakan yang akan diambil.
Ini kali pertama bagi Live Nation Lushington mengambil langkah terhadap penjualan tiket untuk konser di Singapura. Akan tetapi, Roche yang juga direktur eksekutif untuk Singapore Grand Prix, juga mengambil tindakan terhadap calo yang menjual tiket untuk F1 di tahun-tahun sebelumnya.
"Sulit ambil keputusan dalam waktu singkat, mari sama-sama kita lihat dalam dua hari ke depan," ujarnya menambahkan.
Normalnya, tiket konser Coldplay di Singapura dijual dalam rentang harga S$78 hingga S$298, untuk agenda penampilan mereka di Singapore National Stadium pada 1 April 2017, sebagai rangkaian dari tur A Head Full of Dreams.
Mengutip CNBC, Nikhita Sejpal salah seorang penggemar Coldplay, menghabiskan waktu empat jam saat penjualan tiket pada Senin lalu, dan gagal. Ia mengatakan, dirinya kemudian menerima sebuah surel yang menawarkan tiket Coldplay di Facebook dan situs penjualan online Carousell dengan harga tiket dari S$400 hingga S$1.000.
Sejumlah situs penjualan juga menawarkan tiket konser Coldplay dengan harga bervariasi. Viagogo misalnya menjual tiket konser antara Rp4 juta hingga Rp6 juta, yang naik lebih dari tiga kali lipat dari harga normal. (rah)