Doodle itu memperlihatkan beberapa tokoh yang identik dengan serial legendaris 'Si Unyil'. Selain Pak Raden, juga terdapat Pak Ogah, Meilani dan Unyil. Di tengah-tengah doodle, terdapat sebuah bingkai foto yang menggambarkan sosok Suyadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proses kreatifnya, ia menciptakan Si Unyil sebagai program acara televisi yang mendidik untuk anak-anak Indonesia pada 1980-an. Format cerita Unyil tersebut sempat pula diformat ulang agar sesuai dengan era 2000-an, menjadi Laptop Si Unyil.
Ia juga pernah mendapat kepercayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menjadi ilustrator buku pelajaran Bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar.
Dalam laman khususnya Google mengungkapkan sosok Suyadi yang lebih dikenal dengan alter-ego sebagai Pak Raden, telah berjasa dan memberi kontribusi dengan melahirkan sejumlah buku dan film animasi buat anak-anak.
Kariernya cukup panjang sejak membuat buku pertamanya pada 1952 di perguruan tinggi dan menuntaskan buku terakhirnya berjudul Petruk jadi Raja pada 2008. Karya tersebut ia buat di usia 76 tahun.
Hingga hari ini tokoh Unyil dan juga Pak Raden, yang dimainkan oleh Suyadi sendiri menjadi sangat ikonik dan legendaris.
Suyadi meninggal dunia di RS Pelni Petamburan, Jakarta Selatan, pada 30 Oktober 2015. Meski telah tiada, karyanya dan sosok Pak Raden masih menempel di ingatan. (rah)