Survei Pembaca

Lebih dari Empat Dekade, God Bless Masih Dikenang

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 17/12/2016 17:47 WIB
Lebih dari Empat Dekade, God Bless Masih Dikenang God Bless masih diingat di kalangan pencinta musik Indonesia. (ANTARA FOTO/Teresia May)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grup band rock legendaris God Bless ternyata masih ada di benak para pencinta musik hingga sekarang. Setidaknya demikian berdasarkan survei yang dilakukan CNNIndonesia.com kepada pembaca, melalui media sosial, Jumat (16/12) malam hingga Sabtu (17/12) siang ini.

Dari lebih dari 500 responden yang merespons pertanyaan di Twitter, 81 persen masih mengingat grup yang meraih masa kejayaan pada 1970-an itu. Hanya 19 persen yang tidak.

Suara melengking Ahmad Albar—personel yang setia dengan God Bless sejak grup itu dibentuk pada 1973—menjadi pengingat bagi mereka. Gaya Ahmad yang khas, dengan rambut keritingnya, juga terpatri dalam ingatan. Tak heran jika 79 persen dari 582 responden mengingatnya.


Sebanyak 13 persen yang mengingat Ian Antono, enam persen mengingat Gilang Ramadan, dan hanya dua persen masih mengenal Odink Nasution. Ahmad dan Ian memang bisa dibilang pentolan God Bless yang paling dikenang, meski personelnya berganti-ganti sejak dahulu.

Pertama dibentuk dengan nama Crazy Wheels, God Bless merupakan band impian Ahmad bersama kawan-kawannya—Ludwig Lemans, Fuad Hassan, dan Donny Fattah—sepulang ia dari Belanda.

Deddy Dores pernah tercatat sebagai anggota band itu, meski tidak lama. Posisinya sebagai kibordis kemudian digantikan Jockie Surjoprajogo. Tak lama kemudian, Soman Lubis masuk menggantikan Deddy dan Jockie. Sayang, Soman dan Fuad mengalami kecelakaan.

God Bless berkabung kehilangan dua personel. Belum lagi Ludwig ikut hengkang. Namun Ahmad dan Donny tak kehilangan harapan. Mereka mengajak Jockie bergabung kembali, yang membawa buntut Ian Antono dan Teddy Sujaya. Lengkap sudah formasi band itu. Ahmad vokalis, Donny bassis, Ian gitaris, dan Teddy penggebuk drum. Mereka meluncurkan album pertama pada 1975.

Namun album tak pernah bisa jadi pengikat kuat. Personel kembali berganti. Jockie mengundurkan diri, digantikan Abadi Soesman. Abadi pun tak betah lama-lama di band itu. Dua tahun setelah album ke-dua—berjudul Cermin—dirilis, ia memilih mengundurkan diri.

Tak hanya itu, Ian yang identik dengan wajah God Bless selain Ahmad pun, ikut mundur. Ia digantikan Eet Sjahranie. Meskipun, belakangan Ian masih ikut reuni bersama God Bless di tengah proyeknya bermusik solo menjadi pencipta lagu, pencipta musik, maupun produser.

Nama lain yang pernah ‘keluar masuk’ grup yang disebut-sebut sebagai pelawan komersialisasi musik itu termasuk Inang dan Iwang Noorsaid, Gilang Ramadhan, Yaya Moektio, Arya Setyadi, dan Fajar Satritama. Tapi Ahmad dan Donny tak pernah pergi dari grup itu.

Ahmad memang pernah terjerat kasus narkotika, yang membuat God Bless vakum beberapa saat. Donny juga pernah menarik diri sejenak karena sakit. Namun mereka selalu kembali untuk band yang dikenal pernah membuka penampilan Deep Purple dalam konsernya di Jakarta itu.

Terakhir, God Bless berisikan Ahmad pada vokal, Ian pada gitar, Donny pada bass, Abadi pada kibor, dan Fajar pada drum. Dan kini, mereka bersiap merilis album lagi.

Tujuh tahun setelah mengeluarkan 36th pada 2009, mereka akan mengeluarkan album ke-tujuh. Judulnya sama seperti album ke-dua, Cermin. Peluncuran album yang diselenggarakan hari ini, akan dilanjutkan dengan mini konser yang diselenggarakan di sebuah stasiun televisi.

Meski sudah begitu banyak album, lagu utama yang paling diingat dari God Bless tetap Rumah Kita. Berdasarkan survei, lagu itu diinget 77 persen dari 485 responden. Lagu Semut Hitam, yang juga menjadi judul album yang dirilis pada 1988, diingat oleh 12 persen responden. (rsa/rsa)


BACA JUGA