Mengutip NME, dua klip pendek tersebut sempat disimpan dan dibagi oleh akun penggemarnya @FOTPKatyPerry. Dalam klip pertama yang diunggah Perry dirinya sedang mendendangkan lirik "Don't be scared to...' dengan sejumlah instrumen yang sedang dimainkan.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Beberapa waktu silam, Perry memang lebih konsen untuk memberikan dukungannya pada calon kandidat presiden Amerika Serikat itu. Dia bahkan berdandan mirip Clinton pada perayaan Halloween lalu. Tak ayal pada albumnya nanti pun kemungkinan akan ada soal sosok Clinton yang menginspirasinya.
Di unggahannya tersebut, Perry menuliskan, "Pertama dan terpenting, saya sangat bersyukur telah menerima Humanitarian Award Audrey Hepburn dari sosok pahlawan bagi saya @HillaryClinton."
Perry pun menuturkan bahwa penghargaan tersebut menjadi pengingatnya untuk keluar dari zonanya dan kembali turun langsung untuk fokus mengurus isu-isu sosial penting. Dia mengatakan bahwa yang terutama yakni menyoroti pada nasib anak-anak yang tak mendapat kebutuhan dasar manusia dan haknya.
"Hillary membantu saya melihat bahwa kita semua bersama, tidak peduli dari mana kita berasal, warna, status dan pendidikan yang kita memiliki atau tidak memilikinya," katanya melanjutkan yang juga merasa tercerahkan oleh Clinton.
Di akhir unggahan itu, Perry pun memberikan petunjuk soal album barunya. "Terkadang orang-orang tidak setuju dengan diriku dan saya hanya bisa, "diam dan bernyanyi". Saya akan melakukan cara yang baru tahun depan," ujarnya.
[Gambas:Instagram]
Pada November lalu, sempat tersiar kabar pula bahwa salah satu materi album baru yang tengah disiapkan Perry terinspirasi dari kehidupan politik AS, yang belakangan ‘panas’ berkat Pemilu Presiden 8 November lalu.
"Katy telah kembali mengerjakan albumnya yang merefleksikan pada apa yang dia percaya untuk mengguncang dan mengubah waktu," kata seorang sumber terdekat Perry kepada The Sun.
Sumber itu menambahkan, album baru Perry sebenarnya siap dirilis akhir tahun ini. Tapi dengan adanya kondisi baru di AS, sang pelantun Roar pun terinspirasi untuk menambahkan materi baru. Materi itu mendorong pesan “perdamaian dan persatuan untuk bangsa AS.”
Mengutip sumber dekat Perry itu, diharapkan lagu yang disiapkan sang penyanyi bisa “meredakan kerusuhan yang terjadi akibat kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS.” (rah)