Empat Tahun Berkarya, Banda Neira Putuskan Bubar

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 23/12/2016 12:35 WIB
Empat Tahun Berkarya, Banda Neira Putuskan Bubar Tidak akan ada lagi band Banda Neira karena mereka memutuskan bubar. (Screenshoot via Instagram/@bandaneira_official)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band Banda Neira secara resmi membubarkan diri pada Jumat (23/12) dini hari. Hal tersebut disampaikan oleh kedua personelnya, Rara Sekar dan Ananda Badudu melalui akun Instagram resmi Banda Neira. Menurut mereka, bubarnya Banda Neira sudah lewat pemikiran panjang.

"Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira," tulis mereka.

Lebih lanjut, Banda Neira menyampaikan bahwa keputusan itu bukanlah hal mudah bagi mereka. Sebagai figur publik, mereka sadar setiap keputusan tidak hanya melibatkan band itu sendiri. Tetapi juga penggemarnya. Mereka pun merasa karya yang ada pun milik bersama.


Namun, dengan tetap menghormati pendengar setianya, Banda Neira memutuskan tetap bubar. Mereka yakin itu merupakan suara bulat dan keputusan terbaik yang memang harus diambil.

"Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama. Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira.”

Banda Neira merupakan grup band yang berawal dari keisengan dua personelnya untuk bermusik bersama. Keisengan mereka ternyata melahirkan empat buah lagu yakni Di Atas Kapal Kertas, Ke Entah Berantah, Kau Keluhkan, dan Rindu (musikalisasi puisi Subagio Sastrowardoyo).

Hingga kemudian, karya tersebut pun mereka unggah dan sebarkan melalui media sosial Soundcloud. Dari sana, mereka mulai punya pendengar. Banda Neira pun akhirnya dikenal.

Mendapat banyak respons positif, pada akhir 2012 mereka sepakat meneruskan proyek isengnya itu. Mereka sangat bersemangat. Dari Agustus hanya memiliki empat lagu, pada Desember tahun yang sama mereka sudah menambah enam album baru untuk satu album penuh Banda Neira.

Selama empat tahun berkarya, Banda Neira telah merilis dua buah album yakni Di Paruh Waktu (2013) dan Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016).

[Gambas:Instagram]

"Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya," tutup Banda Neira pada pernyataan yang turut menyertakan ilustrasi dua personelnya dan seikat bunga itu.

Sayangnya, mereka tidak menyebutkan alasan band itu harus bubar. (rsa/les)


ARTIKEL TERKAIT