"Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira," tulis mereka.
Lebih lanjut, Banda Neira menyampaikan bahwa keputusan itu bukanlah hal mudah bagi mereka. Sebagai figur publik, mereka sadar setiap keputusan tidak hanya melibatkan band itu sendiri. Tetapi juga penggemarnya. Mereka pun merasa karya yang ada pun milik bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kemudian, karya tersebut pun mereka unggah dan sebarkan melalui media sosial Soundcloud. Dari sana, mereka mulai punya pendengar. Banda Neira pun akhirnya dikenal.
Mendapat banyak respons positif, pada akhir 2012 mereka sepakat meneruskan proyek isengnya itu. Mereka sangat bersemangat. Dari Agustus hanya memiliki empat lagu, pada Desember tahun yang sama mereka sudah menambah enam album baru untuk satu album penuh Banda Neira.
Selama empat tahun berkarya, Banda Neira telah merilis dua buah album yakni Di Paruh Waktu (2013) dan Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016).
[Gambas:Instagram]
"Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya," tutup Banda Neira pada pernyataan yang turut menyertakan ilustrasi dua personelnya dan seikat bunga itu.
Sayangnya, mereka tidak menyebutkan alasan band itu harus bubar. (rsa)