Hanya saja, bedanya, pahlawan yang satu ini tidak bertubuh maskulin atau seksi. Tidak pula digigit binatang, hasil percobaan atau mutasi, atau terpapar sinar radiasi.
Pahlawan baru ini juga tidak berkostum lateks maupun punya senjata berlapis vibranium. Ia bahkan hanya mengenakan pakaian dalam. Karena itu ia disebut Captain Underpants.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film yang rencananya tayang di bioskop AS pada 2 Juni 2017 itu disutradarai oleh David Soren. Aktor Ed Helms yang didapuk menjadi pengisi suara utamanya, yang didampingi pengisi suara lain seperti Nick Kroll, Kevin Hart, Jordan Peele, dan Thomas Middleditch.
“Helms berhasil menampilkan kebodohan Captain Underpants,” kata sutradara Soren memuji sambil tak bisa menahan tawa geli, seperti dikutip dari Ace Showbiz.
Soal karakter Captain Underpants ia menerangkan, “Dia adalah pahlawan super delusional yang berpikir dia punya semua kekuatan padahal sebenarnya tidak punya kemampuan apa-apa selain menjadi seorang pria paruh baya.”
Captain Underpants terdengar menyedihkan, tapi tokoh sentral film bukan hanya ada padanya.
“Hal yang menyenangkan adalah kami punya dua bocah kreatif yang menjadi pusat segalanya, jadi apa pun yang mereka impikan bisa benar-benar menjadi sesuatu yang kita andalkan.”
Alih-alih terasa digurui, kata Soren, penonton akan merasa film itu menggelitik secara natural. “Rasanya ceritanya dibuat oleh dua bocah tingkat empat, bukannya saya,” katanya.
Cerita Captain Underpants sendiri ditulis oleh Nicholas Stoller. Itu berawal dari dua bocah SD kreatif yang hobi menggambar komik dan menjualnya di taman bermain. Tapi karakter utama mereka, Captain Underpants, berubah menjadi nyata saat mereka menghipnotis kepala sekolahnya menjadi pahlawan super. Si pahlawan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. (rsa)