Usai pemeriksaan, Gisel dan Gading langsung kembali ke rumah. Pasangan selebriti dengan satu anak itu mengunggah keterangan bahwa tidak ada yang terjadi dengan mereka, di media sosial Instagram. Gisel mengunggah video berdurasi sekitar satu menit bersama Gading.
Mantan kontestan ajang kompetisi menyanyi itu berkata mengawali keterangannya, “Hai, kami baru pulang dari tempat nongkrong biasa di Kemang, yang biasa tempat dengerin band.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui video itu keduanya menegaskan bahwa mereka tidak terlibat masalah apa pun, terutama narkotika. Gisel juga mengonfirmasi bahwa suaminya tidak pernah menolak melakukan tes urine yang diminta Badan Narkotika Nasional, sama sekali, seperti diberitakan.
“Saya tahu risiko pekerjaan ini, selama ini tidak pernah masalah, kalau mau diberitakan apa-apa diam. Cuma kalau sudah menyangkut masalah pribadi, saya tidak bisa tinggal diam. Karena salah sedikit akan salah persepsi,” tulis Gisel sebagai keterangan unggahannya.
Ia melanjutkan, “Tidak dicantumkan bahwa hasil kami negatif, jadi kesannya kami kacau.”
Keluarga Gading sendiri memang pernah terlibat narkotika, tapi pasangan yang menikah pada pertengahan September 2013 itu bersih. Hanya ayah Gading, Roy Marten yang pernah tertangkap dan dua kali masuk masuk penjara karena kasus narkoba, tahun 2006 dan 2007.
Sekarang Roy sendiri sudah bersih, bahkan punya hubungan baik dengan BNN untuk mengampanyekan anti narkoba. Ia bahkan mendukung selebriti yang menggunakan narkoba agar tertangkap BNN dan dihukum atau setidaknya direhabilitasi, agar jera atas perbuatannya.
Lihat juga:Derita Roy Marten untuk Bersih dari Narkoba |
Unggahan Gading dan Gisel ke soal klarifikasi bahwa mereka bersih narkoba di Instagram, langsung disaksikan sekitar 238 ribu orang dan dikomentari sampai hampir 500 orang.
Sebelumnya diberitakan, tim gabungan BNN, TNI, dan polisi merazia beberapa lokasi di Kemang termasuk Parc 19 dan Venue. Polisi meringkus delapan orang positif narkoba di Parc 19 dan delapan orang lainnya di Venue. Tim mengerahkan 750 pasukan dan delapan anjing pelacak untuk razia itu. (rsa)